Maskapai Ketat, Zam-zam dilarang Masuk Koper

Editor: KRjogja/Gus

MADINAH, KRJOGJA.com – Maskapai penerbangan yang mengangkut jemaah haji Indonesia, yakni Saudia Arabia dan Garuda Indonesia memang ketat dalam menjalankan aturan terkait barang bawaan jemaah. Pasalnya hal tersebut merupakan implementasi perjanjian pemerintah Indonesia dengan pihak maskapai.

"Pada dasarnya demi keselamatan bersama yang lantas diwujudkan dalam perjanjian kerjasama untuk pelaksanaan haji ini," ucap kru handling Saudia Arabia Farhan Husein dijumpai Tim MCH 2019 sela penimbangan koper bagasi jemaah Embarkasi PLM 16 di Hotel Karam Golden, Jumat (30/8).

Penegakan aturan tersebut mulai dari mencopoti tali tambang dan berbagai penanda koper lain yang tidak sesuai aturan. Selain itu menimbang tas koper untuk menyesuaikan dengan berat yang ditetapkan sesuai perjanjian.

"Misalnya ada yang mengikat koper memakai tambang, langsung dilepas karena tidak sesuai. Penimbangan juga berlaku untuk tas koper bagasi maksimal 32 kilogram dengan satu tas yang diberikan pihak maskapai," sebutnya.

Untuk zam-zam, maskapai sangat ketat memberlakukan aturan ini. Tiap tas koper yang ditemukan air zam-zam akan dikeluarkan. Sebab meski dibungkus Serapi mungkin dengan lapisan apapun, air zam-zam tetap akan ketahuan. Menurutnya untuk zam-zam ini memang ada perlakuan khusus sehingga jemaah diharapkan mentaati aturan untuk membawa zam-zam di dalam koper bagasi.

"Karena nanti akan diberikan saat di Embarkasi. Pernah pengalaman pada pemulangan gelombang I di Makkah kemarin, ada sekoper yang isinya air zam-zam semua. Ada lagi satu kloter yang kedapatan membawa air zam-zam hingga lebih 50 persen dari seluruh jemaah. Akhirnya dikembalikan lagi ke hotel untuk dibongkar jemaah sendiri," sebutnya.

Namun demikian pihaknya menjamin ketika ada pembongkaran tetap akan memperhatikan barang jemaah yang lain. Dengan demikian tidak ada barang jemaah yang tertinggal atau hilang karena prosesnya tetap dilakukan dengan cermat. (Feb)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI