Masyarakat Masih Ragukan Vaksin Buatan Dalam Negeri

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Lapor Covid-19 melakukan survei Pemahaman dan Kepercayaan Masyarakat terhadap Vaksin dan Obat Virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Berdasarkan hasil survei tersebut, sebagian masyarakat masih ragu menerima vaksin dan obat Covid-19 yang dibuat oleh Tim Unair bersama BIN dan TNI-AD.

Kolaborator Ahli Lapor Covid-19 Dicky Pelupessy mengatakan, ada sebanyak 70 persen responden yang ragu-ragu hingga tidak bersedia mengonsumsi obat Unair, 69 persen responden ragu-ragu menerima vaksin Sinovac-Biofarma, dan 56 persen responden ragu-ragu tidak bersedia menerima vaksin Merah Putih hasil kolaborasi Eijkman-Biofarma.

“Belakangan ini kita sering menerima informasi tentang vaksin, tetapi dari survei kami ketika kami menanyakan ke warga, sebagian besar memang banyak masih yang ragu-ragu menerima vaksin dan obat,” kata Dicky.

Rinciannya, sebanyak 37 persen responden ragu-ragu untuk menggunakan obat covid-19 tim Unair-BIN-TNI, 21 persennya tidak setuju, dan 12 persennya sangat tidak setuju. Hanya 30 persen responden yang setuju menggunakan obat Covid-19 Unair-BIN-TNI.

Lalu 27 persen responden ragu-ragu menggunakan vaksin covid-19 Sinovac, 32 persen tidak setuju, 10 persen sangat tidak setuju. Sebanyak 31 persen responden setuju menggunakan vaksin Sinovac.

Untuk vaksin merah putih, 37 persen responden mengaku ragu-ragu, 3 persen tidak setuju, 16 persen sangat tidak setuju. Namun ada 44 persen responden yang setuju menggunakan vaksin merah putih buatan Eijkman.

“Jadi masih lebih banyak responden yang mau memakai vaksin merah putih buatan Eijkman,” ucap Dicky.

Survei ini dilakukan secara daring menggunakan platform Facebook, Whatsapp, dan media sosial lainnya. Jumlah partisipan mencapai 2.933 dengan nilai valid partisipan 2.013 orang. Partisipan berusia lebih dari 18 tahun.

Sebanyak 74,77 persen partisipan merupakan orang yang bekerja atau berhubungan dengan sektor kesehatan, sebagian besarnya merupakan sarjana (45,38 persen).

Sebaran responden terbanyak berasal dari DKI Jakarta (22 persen) dan Jawa Barat (21 persen). Jumlah responden terkecil berasal dari Kalimantan Utara sebanyak 4 orang, dan Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat, masing-masing 7 orang. (*)

BERITA REKOMENDASI