Media Dilarang Tayangkan Tindakan Keras Kepolisian, Ini Kata Dewan Pers

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang media menayangkan tindakan kekerasan dan arogansi anggota kepolisian. Larangan itu disebarkan melalui Surat Telegram (ST) di lingkungan Polri.

Telegram tentang pedoman pelaksanaan peliputan yang bermuatan arogansi kepolisian dan kekerasan itu bernomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyatakan media harus memberitakan objektif sesuai fakta.

“Prinsip dasarnya kita harus menyampaikan secara objektif, objektif menjadi kata kunci tapi tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” kata M.Nuh, Selasa (6/4/2021).

BERITA REKOMENDASI