Melalui Blended Learning, Kemendikbud Adakan Pelatihan Kepemimpinan

Ia menekankan yang harus digarisbawahi adalah para pemimpin perubahan harus bisa mengidentifikasi target sasarannya dan mencermati rencana yang disusun agar dapat mencapai target. “Kuncinya di sini adalah bagaimana kita menyiapkan pemimpin perubahan. Kalau semuanya bisa berbagi, ini menjadi kesempatan berbagi yang luar biasa. Setiap peserta adalah narasumber bagi peserta yang lain. Silakan bertukar ide tentang bagaimana memimpin pada organisasinya masing-masing,” kata Adi untuk memantik semangat para peserta.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai (Pusdiklat) Kemendikbud, Amurwani Dwi Lestariningsih dalam laporannya menyampaikan, PKN diselenggarakan oleh Kemendikbud dengan pendampingan dari LAN-RI. Ada empat agenda yang menjadi muatan bagi peserta yaitu pengelolaan diri, kepemimpinan strategis, manajemen strategis, dan aktualisasi kepemimpinan.

Kompetensi kepemimpinan strategis manajerial peserta dimaksudkan untuk menjamin akuntabilitas jabatan yang meliputi tersusunnya alternatif kebijakan yang melahirkan solusi, tercapainya misi selaras dengan visi organisasi, serta tercapainya tujuan organisasi dan kapabilitas yang mumpuni untuk mencapai outcome yang diharapkan.
Peserta PKN Tingkat II tahun 2020 terdiri dari 60 orang peserta yang berasal dari 51 peserta dari Kemendikbud, tiga peserta dari pemerintah daerah (Kota Bekasi, Kota Pontianak, Kota Subang), lima peserta dari Kepolisian RI, dan satu pesertadari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Para peserta tersebut berasal dari pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator yang telah dinyatakan lolos untuk mengikuti PKN. Narasumbernya berasal dari Kemendikbud, LAN, profesional dan pihak lain yang kompeten.

BERITA REKOMENDASI