Membangun Kembali Bangsa dengan Pemikiran HOS Tjokroaminoto

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masyarakat bangsa ini seolah sudah meninggalkan nalai-nilai kebersamaan. Setiap elemen bangsa lebih mendahulukan kepentingan golongan dan kelompok, dibandingkan bangsa dan negara. Hal inilah yang membuat kondisi negeri menjadi terpuruk dan sulit untuk maju menjawab tantangan zaman.

HOS Tjokroaminoto sebagai salah seorang pemikir bangsa mengajarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Ia selalu menghargai perbedaan dalam setiap pemikiran individu dan menganggap ketidaksamaan justru sebagai sebuah kekuatan yang besar jika disatukan.

"Kebangsaan Indonesia yang begitu beragam dapat dipersatukan dengan pemikiran Tjokroaminoto. Keterbukaan beliau lah yang melahirkan nasionalisme saat ini," ujar Nurul Robbi Sepang dalam Diskusi Publik, Membedah Pemikiran HOS Tjokroaminoto Islam Politik dan Negara bertempat di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Sabtu (26/10/2019).

Cicit dari HOS Tjokroaminoto ini prihatin, seolah apa yang diperjuangkan dan dihasilkan buyutnya itu kini hilang begitu saja. Padahal dulu untuk mendirikan bangsa Indonesia ini tidaklah mudah, butuh perjuangan yang tak sebentar serta penuh dengan pengorbanan.

Pemikiran HOS Tjokroaminoto dinilai sangat tepat untuk direfleksikan kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Dengan kembali kepada pemikiran HOS Tjokroaminoto maka tak akan ada lagi pengkotak-kotakan dalam kehidupan bernegara serta mampu membentuk Indonesia menjadi negara yang besar.

"Kita sebagai penerus bangsa harus belajar. Bahwa dengan perbedaan kita tidak harus bertengkar tapi saling menghargai," imbuhnya.

Sementara itu Rektor UCY, Dr Ciptasari Prabawanti SPsi mengatakan HOS Tjokroaminoto selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang menjadi guru dari sejumlah bapak bangsa seperti Soekarno, Kartosoewirjo, Muso hingga Tan Malaka. Salah satu hal yang bisa diteladani dari sosok HOS Tjokroaminoto adalah kebersahajaan dan keterbukaannya terhadap berbagai perbedaan wawasan dan pemikiran.

"Kita bisa menggali dan membawa semangat kebangsaan yang ditunjukkan HOS Tjokroaminoto untuk konteks saat ini bahkan masa depan. Juga semangat kesetaraan yang diperjuangkan beliau, baik kesetaraan  antar golongan maupun kesetaraan sebagai sebuah bangsa diantaranya bangsa-bangsa lain di dunia," ujarnya. 

Lewat diskusi ini, rektor pun berharap agar generasi penerus bangsa bisa menstimulasi pemikiran-pemikiran HOS Tjokroaminoto, untuk dibawa ke konteks masa kini. Termasuk menyebarluaskan pemikirannya khususnya ke generasi muda agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

BERITA REKOMENDASI