Membuka Lapangan Kerja Warga Sekitar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Annisa Ahlush Shuffah (Icha) sedang mengembangkan usaha dicatering hingga wedding organizer (WO). Dengan Chameal Catering dirinya membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dalam mengelola usaha catering ini, Icha memberdayakan ibu-ibu yang tinggal di sekitar rumahnya.

“Ibu-ibu inilah yang jadi tukang masaknya. Pangsa pasarku banyak yang suka masakan ibu-ibu. Selain kangen dengan masakan ibu, rasanya juga lebih kuat dibumbu,” kata Annisa Ahlush Shuffah di Jakarta, Rabu (08/06/2022).

Dikatakan, kuat dibumbu, free ongkir dan tanpa MSG di setiap makanan menjadi ciri khas dari Chameal Catering. . Saat pandemi covid-19, Icha merasakan juga imbasnya.

“Saat pandemi, banyak kantor yang mengharuskan WFH, jadi pesanan ke perkantoran menurun. Begitu pula pesanan buat pesta perkawinan. Kalaupun ada, pesanan nasi box,” ungkapnya.

Meski demikian, pandemi tidak menyurutkan semangatnya untuk berusaha. Ia mencoba menjual makanan frozen. Upaya ini dia lakukan agar belasan karyawannya bisa memperoleh penghasilan dan tidak kehilangan pekerjaan.

Dia mengaku bahagia bila melihat orang-orang yang dibantunya bersama keluarga mereka sejahtera. Selain itu bisa membuka lapangan pekerjaan. Icha mengatakan, dalam menjalani usaha Chameal Catering dan WO, tak perlu modal besar.

“Kunci usaha bukan hanya modal. Bahkan nggak perlu modal besar, tetapi punya niat dan business plan. Aku awal bikin catering dengan modal Rp 0. Masak di rumah, alat-alat memasak pakai punya ibu dan uang untuk membeli bahan masakan dari pembeli catering yang sudah transfer di h-2 ,” tutur Icha seorang pebisnis yg juga merupakan seorang karyawati di salah satu perusaaan minyak dan gas multinasional.

Namun dengan berjalannya waktu, dia membuat PT untuk usahanya tersebut. Menurutnya, dengan adanya PT, cateringnya bisa bekerjasama dengan banyak pihak instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta besar.

Masih aktif bekerja tidak menjadi hambatan baginya untuk memiki usaha cemilan, catering dan wedding organizer. Manajemen waktu menjadi salah satu kuncinya.

“Aku punya tim yang selalu membantu. Bagiku, kerja di kantor itu ada batas usianya. Harapanku, kalau suatu saat aku resign dari kantor, bisnisku sudah running,” ujarnya.

Hal ini juga sesuai dengan motto hidupnya, “Success doesn’t have to wait until old” Ke depannya, dirinya berencana merambah ke bisnis fashion khususnya fashion hijab. Icha juga ingin memiliki restoran yang dilengkapi dengan banyaknya ruang meeting yanh bisa dipesan perusahaan untuk meeting.

Selain catering, Icha juga berbisnis cemilan makaroni yakni Makaroni Endes. Cemilan dengan rasa pedas ini memiliki ciri khas yakni tidak berminyak, meski proses pembuatannya digoreng.

“Cemilan makaroni ala Makaroni Endes tidak berminyak meski proses pembuatan digoreng. Makaroninya seperti di oven karena tidak berminyak sama sekali. Kami punya teknik sendiri dan ini yang membedakan makaroni dari brand lain,” katanya.

Selain Makaroni Endes , Icha juga ini mencoba cemilan lain seperti kripik slondok ebi, kerupuk kulit ebi, kurma cokelat almond, kurma cokelat keju. Bahkan rencananya di Bulan Juli nanti akan mengeluarkan produk barunya yaitu donat sereal dan biji kopi cookies.

Alhasil, brand Makaroni Endes berubah menjadi Chamilan Endes sebab cemilan yang dijual saat ini, tidak hanya makaroni saja. “Aku ingin produk cemilan dari satu brand bisa dinikmati oleh satu keluarga. Misalnya slondok, cemilan untuk ibu, biji kopi cookies dipilih ayah untuk teman ngopi dan donat sereal untuk anak,” ujarnya.

Icha yang alumnus dari Management Transportasi Laut, STMT Trisakti merupakan salah satu alumnus yg mendapatkan beasiswa penuh selama kuliah dan lulus dengan predikat cumlaude. Dikatakan, produk Chamilan Endes dipasarkan mulai dari harga Rp 10.000 hingga Rp 55.000.

Tertarik untuk mengetahui dan mencoba berbagai cemilan dari Chamilan Endes, serta ingin punya uang tambahan dari bisnis cemilan, kalian bisa menjadi reseller dari chamilan endes yang dimana bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus mengeluarkan modal yang secara langsung akan di coaching oleh Icha selaku owner.

Icha membagikan tips bagi mereka yang masih aktif bekerja, tetapi ingin punya bisnis. Menurutnya, ada 3 cara agar pekerjaan di kantor dan bisnis dapat berjalan secara beriringan yakni harus mau capek, bisa membagi waktu dan mengatur waktu dengan bijak dan terpenting ialah harus konsisten jalani keduanya secara bersamaan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI