Menag : Zakat dan Wakaf Sarana Program Moderasi Beragama

JAKARTA, KRJOGJA.com – Zakat dan wakaf sarana program moderasi beragama. Hal tersebut diungkapkan Menteri Agama Fachrul Razi,dalam acara Rapat Kerja Nasional Ditjen Bimas Islam 2020 di kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Keduanya juga berfungsi sebagai pendorong perekonomian masyarakat yang ujungnya dapat meningkatkan moderasi beragama,” kata Menag .

Terdapat contoh sejumlah instrumen dapat menjadi sarana moderasi beragama sebagaimana dilakukan di Arab Saudi. Arab Saudi, kata dia, melakukan kebijakan yang memiliki visi moderasi beragama seperti membebaskan visa warga Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris serta membangun kota perekonomian yang akan dijadikan pusat ekonomi yang moderat. “Kita juga harus melihat ekonomi sebagai sumber daya potensial untuk mendukung moderasi,” katanya.

Direktur Jenderal Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan pertumbuhan moderasi beragama juga seiring dengan toleransi umat beragama yang baik.

Ketidakharmonisan umat, kata dia, akan memicu renggangnya hubungan antar elemen dalam struktur masyarakat. Pada akhirnya, dapat menciptakan persoalan serius dalam perdamaian antar umat beragama di Indonesia.

“Moderasi dan toleransi harus terus diperkuat. Jika tidak, akan muncul intoleransi yang merupakan tahapan dini dari radikalisme yang pada tingkat lanjut dapat berbuah terorisme,” kata dia.

Dia mengatakan sikap ekstrem dan intoleran berbahaya mengancam persatuan dalam kehidupan beragama dan bernegara.

“Sikap radikal biasanya dimulai dari sekadar tidak suka atau tidak menghargai, bahkan membenci kelompok-kelompok yang lain,” kata Menag.(ati)

BERITA REKOMENDASI