Menaker Ajak IWAPI Dukung Program Desa Produktif

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengajak kalangan pengusaha wanita bekerja sama mendukung Program Desa Produktif dengan mengembangkan pelatihan wirausaha di pedesaan seluruh Indonesia.

“Pemberdayaan perekonomian di pedesaan diharapkan dapat dipercepat dengan melibatkan kalangan pengusaha wanita. Pengembangkan pelatihan wirausaha produktif bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Menaker Hanif di Jakarta, Rabu (04/05/2017) malam.

Sebelumnya dalam audiensi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ia menjelaskan, melalui program pendampingan ini dapat berdayakan para calon wirausaha terutama di pedesaan agar terus berkembang dengan  mensinergikan program-program lainnya. Mengenai program lainnya berupa pemberian bantuan sarana usaha sebagai stimulasi bagi wirausaha pemula, peningkatan kapasitas kelembagaan usaha, fasilitasi akses permodalan dan pemasaran, penyediaan fasilitas jaminan sosial.

Tidak hanya itu, pemerintah pun akan memberikan bantuan pembinaan manajemen usaha, aspek legal, akses CSR dan pengembangan jejaring dan kemitraan usaha serta sarana pendukung pemberdayaan wirausaha sesuai dengan minat, bakat dan potensi daerah asal yang diutamakan. "Karena itu, pemerintah terus mendorong perkembangan wirausaha karena mempunyai nilai strategis dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan dan kesempatan kerja baru serta menopang perekonomian negara,” tuturnya.

Terkait hal itu Ketua IWAPI, Nita Yudi mengungkapkan perlu kerjasama antar stakeholder ketenagakerjaan untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang ada. Ia juga optimis kebersamaan  pengusaha, pekerja dan pemerintah mendapatkan win-win solution berbagai permasalahan ketenagakerjaan.

"Untuk itu, IWAPI siap bersinergi dengan Kemnaker dalam menyukseskan pengembangan SDM melalui program pemagangan dan pelatihan vokasi. Mudah-mudahan apa yang diharapkan dunia usaha ada kesesuaian dengan keahlian pekerja," tegasnya. (Ful)

BERITA REKOMENDASI