Menaker Inginkan Kompetensi Pekerja di Atas Standar

JAKARTA,KRJOGJA.com – Pemerintah Indonesia berharap agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia bisa melampaui standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja saat ini agar benar-benar bisa bersaing dengan SDM dari negara lain.

"Kalau standar-standar saja bisa menang, bisa kalah. Untuk bisa memastikan menang ya harus di atas standar," kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M Hanif Dhakiri di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Sebelumnya Hanif saat menjadi keynote speech pada acara Diskusi Publik Forum Kebijakan Ketenagakerjaan (FKK)  menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memperkuat kompetensi SDM Indonesia melalui beberapa cara. Pertama, penguatan akses dan mutu vocational training (pelatihan vokasi) dan retraining.

Upaya ini dilakukan mengingat angkatan kerja Indonesia saat ini masih didominasi oleh lulusan SD-SMP. Saat ini, lebih kurang 60-an persen dari 128 juta angkatan kerja masih berpendidikan SD-SMP. "Dengan adanya profil angkatan kerja kita ini menyebabkan kita over suply di bawah. Sedangkan tenaga kerja level menengah ke atas kita kekurangan," ujar Hanif.

Secara lebih spesifik, ia menjelaskan bahwa vocational training dan retraining juga bertujuan untuk membantu lulusan pendidikan Indonesia yang dihadapkan pada problem miss matchdan under qualification. Miss match merupakan persoalan dimana kompetensi yang dimiliki lulusan lembaga pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan dunia industri. 

Padahal tingkat miss match-nya pun cukup tinggi, yakni mencapai 64%. "Ini artinya dari 10 orang hanya 3-4 orang saja yang match," kata Hanif. Sedangkan under ualification merupakan problem dimana kualifikasi yang dimiliki lulusan lembaga pendidikan masih berada di bawah standar pasar kerja/dunia industri sehingga harus dijembatani dengan berbagai vocational training dan retraining agar  bisa masuk ke pasar kerja atau menjadi wirausaha baru. (Ful)

BERITA REKOMENDASI