Menaker Minta THR Diberikan H-7

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengingatkan pengusaha wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada pekerja, paling lambat sepekan menjelang perayaan Idulfitri 1438 Hijriah karena tunjangan ini merupakan gaji ke-13 yang paling ditunggu-tunggu bagi kaum pekerja setiap menjelang Lebaran.

"Uang gaji satu bulan yang diberikan sebagai tunjangan ini wajib diberikan setiap perusahaan kepada pekerja, paling lambat H-7 Lebaran," kata Hanif dalam acara media gathering bertema "Pelaksanaan THR Keagamaan Tahun 2017" di Jakarta, Selasa (06/06/2017) malam.

Ia menjelaskan, THR adalah hak pekerja dan setiap perusahaan harus memberikan hak tersebut kepada karyawan. Tunjangan ini merupakan gaji ke-13 yang seharusnya sudah masuk perencanaan keuangan perusahaan, khususnya terkait pengupahan.

"Jadi masalah hak itu, tidak perlu didiskusikan lagi, tapi bayarkanlah hak itu untuk para pekerja," kata Hanif yang didampingi Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Haiyani Rumondang, dan (Plt) Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Maruli Hasiloan Tambunan.

Pembayaran tunjangan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dalam pasal 5 ayat (4) menyebutkan, THR keagamaan wajib dibayarkan pengusaha paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Untuk itu, Hayani Rumondang menuturkan, guna mengawal pembayaran THR dari pengusaha kepada pekerja/buruh, Kemnaker membuka Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Peduli Lebaran 2017 yang berada di Gedung B Kemnaker. 

Posko Satgas dibentuk untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayarannya. "Posko ini akan mulai melayani masyarakat pada tanggal 8 Juni 2017 hingga 5 Juli 2017. Masyarakat yang ingin mengadu bisa menghubungi telefon 021-5255859, Whatsapp: 081280879888, 081282407919, atau email: poskothrkemnaker@gmail.com," kata Hayani. (Ful)

BERITA REKOMENDASI