Mendagri : Dokter Romi Tetap Direkomendasikan Jadi PNS

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat menindaklanjuti perihal dokter gigi Romi Syofpa Ismael yang gagal menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Solok Selatan karena kondisi disabilitas.

"Saya udah ketemu dengan gubernur dan wakil gubernur, diskusi, kemudian Pemda Provinsi Sumbar sudah mengirimkan surat kepada bupati Solok untuk menerima [Romi sebagai PNS]," kata Tjahjo kepada wartawan di Menara Bidakara, Jakarta, Selasa (30/7).

Tidak ada alasan bagi pemkab Solok Selatan untuk menggagalkan hasil seleksi CPNS bagi Romi karena persoalan disabilitas. Apalagi, katanya, pegawai medis saat ini sangat dibutuhkan di daerah tersebut untuk menunjang pelayanan kesehatan. "Karena apapun dibutuhkan pegawai medis di daerah, jadi tidak ada alasan untuk tidak diterima karena memang kebutuhan," ujarnya.

Tjahjo menerangkan berdasarkan informasi yang didapatnya, dari Pemprov Sumbar sudah turun tangan agar Romi bisa dipertimbangkan untuk diterima sebagai PNS. "Dan Gubernur Sumbar dan Wagub Sumbar sudah membuat surat kepada Bupati Solok [Selatan] untuk bisa dipertimbangkan diterima," tambah dia.

Romi sebelumnya diketahui telah dinyatakan tak diterima sebagai PNS di lingkungan Solok Selatan karena kondisi disabilitasnya dinilai tak sesuai dengan persyaratan formasi umum pada 18 Maret 2019. Padahal, Romi telah dinyatakan lulus pada ujian seleksi CPNS serta telah melengkapi berkasnya dengan dokumen seperti surat layak kerja dari rumah sakit setempat.

Terkait nasibnya, Romi sendiri telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta keadilan karena digagalkan menjadi PNS pada 25 Maret lalu. Selain itu, Romi pun mendapatkan pendampingan hukum dari LBH Padang untuk menimbang peluang membawa perkara yang dialaminya ke ranah pidana dan peradilan administrasi.(ati)

BERITA REKOMENDASI