Mendagri : Gunakan Dana Desa  Untuk Perpustakaan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah (Kemdagri bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ) mendorong desa untuk membangun memiliki minimal satu perpustakaan mini di desanya.

“Untuk itu, pemerintah memperbolehkan Dana Desa yang kini ditransfer langsung ke rekening desa dapat digunakan untuk membangun perpustakaan desa, ” ungkap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Tito menyampaikan, Dana Desa yang dikucurkan kurang lebih Rp1 miliar per desa itu dapat dimanfaatkan membuat perpustakaan sederhana.

“Dengan adanya dana desa, saya koordinasikan dengan Kemendes (Kementerian Desa PDTT) agar dapat digunakan juga untuk membangun perpustakaan mini tiap desa, tidak perlu besar-besar,” demikian Tito.

Dalam perpustakaan yang sederhana,aebaiknya ada bahan bacaan yang berkualitas. Dapat disesuaikan dengan budaya dan lingkungan desa. Sehingga bisa menjawab tantangan yang ada di desa tersebut.

“Buku-buku yang ada, kemudian bahan koleksi yang ada di situ kira-kira bisa dikonsumsi informasinya oleh masyarakat untuk mengembangkan inovasi mereka dalam membangun daerahnya,” jelas Tito.

Mantan Kapolri ini mencontohkan, desa yang berada di kepulauan juga bisa mendapatkan bahan bacaan yang berkaitan dengan bagaimana menjaga pentingnya menjaga karang, lingkungan ekosistem karang, dan membudidayakan ikan.  Selain itu juga, bisa tentang pariwisata, mengelola sumber daya yang ada menjadi destinasi wisata.

“Buku-buku ini dengan segenap koleksi video mungkin, atau apapun juga kalau dibaca oleh anak-anak kita yang ada di desa otomatis mereka akan berinovasi apalagi dibantu dengan pemerintah melalui dana desa, dana dari pusat, dana dari daerah, hibah, CSR, perusahaan, maka akan terbangun mesin produksi yang baik.  Daya tahan daerah yang kuat terhadap tekanan ekonomi. Mereka bisa berswadaya di desa yang mandiri, di daerah yang mandiri,” terangnya.

Pada tahun 2015 sebesar RP20,67 triliun, tahun 2016 sebesar RP46,98 Triliun, Tahun 2017 dan tahun 2018, masing-masing sebesar Rp60 triliun, tahun 2019 sebesar Rp70 triliun, dan tahun 2020 dianggarkan dana desa sebesar Rp72 Triliun, meningkat sebesar Rp2 triliun dari tahun sebelumnya.

“Jika kita memperhatikan trend pengalokasian dana desa tersebut, maka terlihat selalu ada peningkatan setiap tahunnya. Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di berbagai bidang, seperti bidang insfrastruktur, pendidikan, dan kesehatan serta pengembangan ekonomi desa,” katanya.

Dia menambahkan untuk memperkuat pondasi pembangunan desa dan pembangunan sumber daya manusianya, dana desa dapat dimanfaatkan untuk penetapan dan penegasan peta batas desa, serta fokus pada penanganan stunting dan kegiatan ekonomi produktif lainnya sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri DesaPDTT Nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020.(ati)

BERITA REKOMENDASI