Mendagri Siap Kurangi PNS Tak Produktif

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bakal mengurangi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak produktif di era new-normal pasca-Indonesia dihantam pandemi virus corona. Pemerintah kini mengedepankan ASN yang menguasai teknologi informasi (IT).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyebut kelompok produktif selama masa work from home (WFH) kelebihan beban (overload) karena terpaksa mengerjakan tugas yang tidak bisa diselesaikan oleh kelompok tidak produktif. “Perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat,” ucap Tjahjo.

Menurutnya, pemerintah kini justru memiliki banyak tenaga kerja yang sebetulnya tidak dibutuhkan, tapi kekurangan tenaga yang dibutuhkan. “Too many, but not enough. Perlu perubahan drastis dalam format kebutuhan kompetensi untuk rekrutmen ke depan,” terang Tjahyo.

Ia mengaku terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk merumuskan ulang sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan era new normal. Maka itu, pemerintah akan melakukan perubahan formasi kebutuhan PNS.

“Jika komposisi dan kompetensi sudah akurat dan jumlah total ASN sudah tepat, maka remunerasinya juga akan bisa meningkat signifikan,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI