Mendes PDTT : Partisipasi Masyarakat Kurangi Stunting

 

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Jakarta belum lama ini menjelaskan untuk mengurangi stunting dan kemiskinan dengan partisipasi masyarakat.

"Kita harus mencari feedback mana yang perlu diteruskan dan diperbaiki. Pengawasan sudah lebih bagus. Media bantu sosialisasikan desa-desa yang sukses untuk di-copy, dan partisipasi masyarakat sangat penting sekali,” ujarnya.

Menurut Menteri Eko masyarakat desa memiliki modal sosial yaitu kekuatan masyarakat desa dalam upaya memperkuat, memberdayakan, menggerakan pembangunan di desa. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan guna menyelesaikan beragam persoalan diantaranya mengurangi angka stunting yang terjadi akhir-akhir ini.

"Membangun desa tidak sekadar membangun di desa. Kalau membangun di desa artinya sama dengan orang luar yang membangun desa. Padahal, masyarakat desa memiliki modal sosial yaitu kekuatan masyarakat desa dalam upaya memperkuat, memberdayakan, menggerakan pembangunan di desa, dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatannya,” tutur Eko.

Ari Dwipayana dalam kesempatan terpisah menuturkan ke depan dalam pembangunan desa, mengingat jumlah dana desa yang dialokasikan ke desa semakin besar. Dampaknya harus dilihat, apakah akan berdampak pada penurunan kemiskinan dan ketimpangan sosial atau tidak.

“Kita bersama-sama mendorong supaya dana desa yang semakin besar itu bisa memunculkan partisipasi warga sehingga pembangunan desa bisa berkelanjutan dan mandiri.Jadi desa bisa mandiri secara politik, mandiri secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan dan karakter. Tiga kunci pokok itu (partisipasi, kemandirian ekonomi, dan kebudayaan) yang harus diperkuat,” ujar Ari.

Anggota DPR RI Komisi II Budiman Sudjatmiko mengatakan, kalau Indonesia mau maju, investasinya pada neuron atau otak dan silicon, setelah infrastuktur. Kesenjangan akan muncul bukan karena orang terlalu  miskin tapi karena segelintir orang terlalu produktif.

"Orang produktif tersebut adalah sekelompok korporasi yang menguasai data. Mereka tak perlu lagi pacul dan jutaan orang desa dan investasi akan otak jadi penting. Kita dorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), lembaga riset Perguruan Tinggi, penggiat desa, kolaborasi kerja sama dengan desa. Beri beasiswa anak desa yang cerdas.Uang ada ditambah kreativitas, di situlah investasi SDM,” pungkasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI