Mendes PDTT Siap Bawa Dunia Usaha Masuk ke Desa

BENGKULU SELATAN, KRJOGJA.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, akan membawa pasar atau dunia usaha untuk menyerap produk unggulan kawasan perdesaan jenis jagung di Bengkulu Selatan. Dengan demikian, para petani dapat fokus menggarap produk unggulan mereka agar skala produksinya meningkat.

“Bupati komitmen untuk menanam jagung di lahan seluas 20.000 hektar. Jika sekali panen menghasilkan 5 sampai 7 ton dan per ton dihargai Rp 100 ribu, maka dalam satu kali panen akan hasilkan Rp 300 milyar setahun,” ujar Menteri Eko saat melakukan penanaman jagung di Desa Padang Lebar, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (19/9).

Terlebih lagi, lanjut Menteri Eko, masyarakat akan merasakan mafaat yang semakin besar jika membangun embung. Dalam hitungannya, suplai air dari embung akan mampu membuat lahan jagung panen setidaknya dua kali dalam setahun. Maka hasil pendapatan yang dicapai yakni Rp 600 milyar per tahunnya.

“Pemerintah nanti akan bantu sarana prasarananya yang akan disalurkan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Semakin produksinya bagus, dunia usaha pasti tertarik bangun sarana pascapanen, seperti gudang, mesin pengering, dan lainnya," ujarnya.

Menteri Eko juga meminta Bupati Bengkulu Selatan untuk bersama mengawal implementasi empat program prioritas percepatan pembangunan desa, yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung, mengembangkan BUMDes, dan membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Dirinya meyakini program tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

“Jika empat program prioritas ini dilakukan di desa-desa, maka tidak akan ada lagi desa tertinggal dalam satu hingga dua tahun ke depan. Mari bersama-sama sukseskan program ini,” sambungnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, sinergi Kemendes PDTT dan Kementan merupakan sinergi yang hebat. Hal tersebut diyakini akan semakin meningkatkan produktifitas pedesaan. Hal itu diungkapkannya dengan bukti pemerintah tidak lagi mengimpor jagung. (*)

BERITA REKOMENDASI