Mendikbud : Ada yang Tidak Puas dengan Zonasi Harus Dimaklumi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan kebijakan sistem zonasi mohon dimaklumi meski tidak semua orang tua wali diuntungkan.

"Ada yang merasa kecewa karena tidak diuntungkan, dengan kebijakan ini tentunya harus dimaklumi" demikian Mendikbud Muhadjir Effendy ketika dihubungi Di Jakarta Jumat (9/8 2019)

Mengenai kebijakan  zonasi ini,pasti adalah yang mengeluh merasa tidak diuntungkan dengan kebijakan ini. "Tapi saya mohon kesadarannya betul, demi bangsa kita, demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Terutama untuk pemerataan kualitas pendidikan. Kalau ada yang merasa kecewa karena tidak diuntungkan, dengan kebijakan ini tentu harus dimaklumi," ujar Muhadjir

Mantan rektor UMM ini menilai tidak semua kebijakannya memuaskan seluruh orang tua murid dengan jumlah yang mencapai 51 juta. Dirinya juga menyebut zonasi juga ada sisi positifnya sehingga perlu dilanjutkan.

"Indikatornya, sekarang tidak ada satu sekolah pun yang inputnya homogen, pintar semua atau bodoh semua. Sekarang merata, setiap sekolah pasti ada yang bagus akademisnya, tetap ada juga yang rendah. Itulah sekolah, itulah yang namanya sistem classical," terang Muhadjir.

Indikatornya, kata Mendikbud sekarang tidak ada satu sekolah pun yang inputnya homogen, pintar semua atau bodoh semua. Sekarang merata, setiap sekolah pasti ada yang sangat bagus akademiknya, tetapi juga ada yang rendah. "Itulah sekolah, itulah yang namanya sistem classical. Kalau homogen itu bukan classical, itu kohort," jelasnya.

Kebijakan selanjutnya adalah pemerataan guru dan gedung sekolah. Sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan pemetaan dan rotasi guru guna mendistribusikan para tenaga pengajar. (Ati)

BERITA REKOMENDASI