Mendikbud Belum Bisa Sentuh Akar Persoalan Pendidikan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sejak terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayan pada Oktober 2019, hingga hari ini telah banyak kalangan yang ragu dengan kinerja Nadiem Makarim.

“Benar saja, sudah hampir satu tahun masa kerja, Mendikbud dapat dinilai belum menyentuh akar persoalan pendidikan. Sebaliknya, berbagai kebijakannya kerap mengundang kontroversi,” kata pegiat di The Center of Research in Education for Social Tranformation (CREASION), Ode Rizki Prabtama, saat dihubungi wartawan. Kamis (28/1 2021)

Ode Rizki Prabtama memberi contoh terkait Program Organisasi Penggerak (POP). Mulanya, program ini bertujuan mendukung komitmen Kemdikbud untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mendemonstrasikan Instructional Leadership lewat ribuan sekolah penggerak yang diseleksi. Namun, sesungguhnya konsep itu tidak jauh berbeda dengan yang sudah digagas Najeela Shihab, dengan nama “Semua Guru, Semua Murid”.

“Dalam tahap pelaksanaan, Nadiem rupanya salah kelola. Pendekatan yang diambil adalah pendekatan korporasi bukan layaknya pendekatan sebuah lembaga pendidikan. Ini semacam butterfly effect dari orientasi Nadiem yang terlalu menekankan link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri,” kritik Ode Rizki Prabtama.

BERITA REKOMENDASI