Mendikbud Ingin Museum jadi Merawat Kebhinekaan

JOMBANG, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta museum diharapkan menjadi ruang  publik berdialog dan merawat  ke bhinekaan.

"Museum Islam Indonesia tidak hanya memamerkan koleksi berupa artefak dan peninggalan sejarah Islam di Indonesia saja. Namun, juga menjadi pusat ilmu dan tempat belajar masyarakat, khususnya generasi muda.  Generasi muda harus paham betul sejarah pergerakan Islam di Indonesia," kata Mendikbud. 

Menurut Mendikbud tradisi pendidikan karakter di pesantren yang sangat khas akan memberi corak tersendiri dalam pengembangan museum. Ia berharap semakin banyak masyarakat dapat memahami pesan dan meneladani nilai-nilai luhur yang tersembunyi di balik koleksi museum. "Yang penting itu adalah apa yang ada di balik artefak-artefak itu," ujarnya. 

Mendikbud menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen penuh untuk pengembangan koleksi dan tata kelola museum bertemakan sejarah Islam terbesar di Indonesia saat ini. 

Segera setelah peluncuran awal ini, tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan akan melakukan dialog dengan pesantren Tebuireng dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khususnya terkait status kelembagaan dan dukungan teknis dalam manajemen koleksi. 

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid, penambahan dan sirkulasi koleksi akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai museum, dan lembaga seperti pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. 

"Kita berharap museum ini menjadi tempat yang utama dalam mempelajari sejarah Islam di Indonesia," kata Dirjen Kebudayaan. 

Selain itu, menurut Dirjen Hilmar, yang tak kalah pentingnya adalah dukungan dalam peningkatan kapasitas pengelola, khususnya dalam bidang kurasi, konservasi, dan edukasi. "Sementara harus ada tenaga yang ditugaskan di sini dari kementerian sambil mendidik pengelola di sini khususnya terkait pengetahuan permuseuman," jelasnya. 

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Museum (PCBM), Fitra Arda, mengatakan bahwa cagar budaya dan museum dapat menjadi kekuatan suatu sekolah dalam zona tertentu. Sekolah dapat menjadikan aset-aset budaya sebagai sumber belajar. "Guru bisa mengajarkan banyak hal dari aset-aset budaya itu. Nilai-nilai seperti toleransi dan kebersamaan. Bukti fisik di museum dan cagar budaya dapat menjadi contoh kebinekaan kita di masa lalu," kata Fitra. (Ati)

BERITA REKOMENDASI