Mendikbud Lepas 60 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional

SAWANGAN, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melepas 60 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke 6 Tahun 2019 bagi para pejabat eselon dua dan tiga, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sawangan, Depok, kemarin.

Selaku tim pelaksana PKN tingkat II, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto, mengapresiasi terselenggaranya PKN tingkat II oleh Pusdiklat Kemendikbud. 
“Tentu atas nama lembaga, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pertama, apresiasi karena ini merupakan salah satu kementerian, Pusdiklat yang mendapatkan akreditasi A, akreditasi tertinggi,” ujar Adi Suryanto. 

Bahkan, Adi melanjutkan, tahun sebelumnya Pusdiklat Kemendikbud dianugerahi sebagai Pusdiklat terbaik dalam pemanfaatan teknologi informasi (IT). “Selamat kepada semua kawan-kawan di kementerian. Ini merupakan kesempatan pertama, PKN Tingkat II di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diselenggarakan dengan menggunakan metode kurikulum baru,” lanjutnya. 

Dalam sambutannya, Adi menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini agar para pemangku kebijakan di kementerian dan lembaga mampu melakukan perubahan. Selain itu, lanjut Adi, agar kinerja Pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan semakin lebih baik lagi. 

"Pertama tentu teman-teman harus tahu, harus mampu memetakan setiap masalah di dalam organisasi. Makanya kenapa di dalam usulan proyek perubahan, langkah pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam melakukan perubahan adalah penguasaan masalah. Makanya kita ajarkan memetakan masalah, tidak mungkin kita bisa membuat suatu terobosan, memberikan solusi yang baik, kalau kita tidak tahu masalah organisasi,” jelas Kepala LAN . 

Karena itu, lanjut Adi, para peserta yang hadir pada pelatihan kepemimpinan ini adalah para pemimpin yang tahu permasalahan dan mampu mencari solusinya serta melakukan terobosan dalam menyelesaikan masalah. “Setelah tahu masalah, tentu merumuskan solusi, terobosan, inovasi penyelesaian terhadap masalah-masalah, dan sampai akhirnya kawan-kawan semua memiliki program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang terhadap proses perubahan,” ungkapnya. 

Adi menambahkan, metode pembelajaran kepemimpinan yang diterapkan pada PKN Tingkat II bukan dengan memberikan banyak teori tetapi mengajak para peserta melakukan berbagai perubahan. “Kita punya pengalaman, mengalami sendiri, dan saya yakin itu akan bisa menjadi internalisasi dan menjadi memori dalam proses pembelajaran kita semua,” tambahnya. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI