Menhub Resmikan Fasilitas Uji Emisi Berstandar Internasional

CIBITUNG, KRJOGJA.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan fasilitas uji emisi sepeda motor (R40) dan fasilitas uji emisi mobil penumpang (R83) di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB). 

Pengadaan fasilitas ini untuk memenuhi standar keselamatan dan sesuai dengan perkembangan regulasi kendaraan bermotor baik nasional maupun internasional.

"Hari ini Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memberikan langkah pasti dengan membuat pengujian bagi kendaraan bermotor. Karena pemerintah mewajibkan setiap kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi aspek keselamatan, persyaratan teknis dan laik jalan," jelas Menhub Budi Karya Sumadi usai acara peresmian, di Cibitung Bekasi, Kamis (03/05/2018).

Pada laboratorium uji emisi kendaraan mobil penumpang/barang ringan dilengkapi dengan fasilitas sistem peralatan emisi serta ruangan khusus untuk pelaksanaan pengujian emisi sesuai standard UN Regulation No 83 dengan kemampuan pengukuran emisi sampai dengan Euro 4. 

Kategori kendaraan yang dapat diuji berkapasitas Gross Vehicle Weight maksimum 3,5 ton dengan sistem pembakaran Positive Ignition (berbahan bakar Gasoline, LPG/Natural Gas) dan Compression Ignition atau mesin diesel (berbahan bakar solar).

Sedangkan pada laboratorium uji emisi sepeda motor dilengkapi dengan fasilitas sistem peralatan emisi serta ruangan khusus untuk pelaksanaan pengujian emisi sesuai dengan standard UN Regulation No 40 dan Global Technical Regulation no 2 dengan kemampuan pengukuran emisi sampai dengan Euro 3. 

Laboratorium ini dapat melaksanakan pengujian emisi untuk sepeda motor (roda 2 dan 3) berkapasitas mesin hingga 2.500 cc dengan berat diatas 400 kg dengan sistem pembakaran Positive Ignition (berbahan bakar Gasoline, LPG/Natural Gas).

Kepala BPLJSKB Caroline Noorida Aryani mengatakan, peralatan pengujian emisi ini guna menjamin baku mutu terhadap emisi gas buang dari kendaraan bermotor. "Peralatan pengujian emisi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengujian tipe kendaraan bermotor di BPLJSKB guna menjamin baku mutu terhadap emisi gas buang dari kendaraan bermotor tipe baru," tuturnya.

Selain aspek keselamatan, lebih lanjut Menhub menjelaskan, ada hal lain yang menjadi perhatian dunia saat ini yaitu isu lingkungan. Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% pada tahun 2020.

Kemenhub pada akhir tahun 2016 telah berhasil menurunkan emisi nasional Gas Rumah Kaca kurang lebih 3 juta ton CO2equivalen. "Salah satu yang berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca yang bersumber dari sektor tranportasi adalah dengan pembatasan emisi gas buang melalui pelaksanaan pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor sesuai ketentuan," jelas Menhub.

Di dalam regulasi internasional sendiri terdapat beberapa peraturan untuk pengendalian ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satunya pada negara-negara Uni Eropa (European Union). Negara-negara tersebut menetapkan peraturan terkait ambang batas emisi kendaraan bermotor mulai dari Euro I yang diperkenalkan tahun 1992 hingga Euro VI yang berlaku sampai saat ini.

Sementara itu untuk wilayah Asia Tenggara, saat ini sedang dilakukan pembahasan rencana harmonisasi beberapa regulasi (UN Regulations) terkait produk otomotif di antara Negara-negara ASEAN yang dikenal dengan ASEAN MRA (Mutual Recognition Arragement). 

Selaras dengan itu pemerintah pada tahun 2012 telah menetapkan Baku Mutu Pengujian Emisi Gas Buang Sepeda Motor agar memenuhi standar Euro 3. Kemudian pada tahun 2017 telah ditetapkan Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Kategori mobil penumpang agar memenuhi standar Euro 4. (Imd)

BERITA REKOMENDASI