Meningkatkan Mutu Dunia Musik dengan Standar Kompetensi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa industri musik yang berkembang begitu cepat memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berjumlah banyak. Untuk itu, pihaknya menilai industri musik perlu menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna memastikan ketersediaan supply sesuai kebutuhan terkini.

“SKKNI bidang musik, selain sebagai salah satu tolak ukur penyiapan SDM berdaya saing, juga sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu dari permusikan Indonesia,” kata Ida usai menyerahkan SKKNI di Bidang Seni Musik dan skema sertifikasi di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, hari Jumat (14/8).

Bundling SKKNI bidang musik dan skema sertifikasi diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Hartini, perwakilan pekerja musik/PAPPRI Johny Maukar, perwakilan tim perumus SKKNI bidang musik Otto Sidharta; dan perwakilan dari Lembaga Sertifikasi Profesi Mila Rosa.

Meski saat ini industri musik menjadi salah satu yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, namun Ida menyatakan pemerintah optimis bahwa pemulihan industri dapat segera dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi.

“Pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi akan dapat dilakukan dengan baik, apabila kita memiliki standar kompetensi kerja, seperti SKKNI yang diserahkan pada hari ini,” ungkapnya.

Ida berpendapat, penciptaan ekosistem dunia permusikan yang kondusif memerlukan sinergi dengan sektor kebudayaan, pariwisata, industri kreatif dan pemerintah daerah. Industri musik yang kondusif akan dapat membantu melahirkan seniman-seniman musik yang kreatif, sehingga dapat menciptakan sumber ekonomi yang baru, sekaligus kesempatan kerja. (*)

BERITA REKOMENDASI