Menpan Lantik 181 Perwira Remaja Transportasi Laut

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, melantik 181 perwira remaja transportasi lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), di Kampus STIP Marunda, Jakarta Utara, Rabu (09/05/2018).

Pelantikan ini menandai berakhirnya pendidikan taruna STIP, setelah mengikuti kegiatan diklat selama 8 semester seusai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka para lulusan mendapatkan sertifikat keahlian pelaut tingkat III Nautika dan Teknika.

Para lulusan yang dilantik merupakan para perwira transportasi laut Diploma IV (D-IV) Program Studi Nautika dan Teknika, dengan rincian D-IV Nautika sebanyak 90 orang dan D-IV Teknika sebanyak 91 orang. 

"Para lulusan STIP Jakarta ini diharapkan merupakan bentuk dari tenaga kerja baru yang memiliki sikap profesional, integritas dan kejujuran," kata Menpan, Asman Abnur saat memberi pengarahan pada pelantikan tersebut.

Pada kesempatan acara pelantikan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Sistem Pengawasan Dengan Teknologi Modern Berkarakter Industri STIP Jakarta. Nantinya dengan program ini, akan memungkinkan para Taruna STIP untuk belajar sambil bekerja.

Menhub mengatakan, program bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembelajaran para Taruan STIP, sehingga para taruna bisa tetap belajar sambil bekerja di dunia pelayaran. “Program ini juga memberikan kesempatan belajar yang luas bagi Taruna STIP karena pembelajaran tidak mengenal batas. Taruna bisa mengakses berbagai sumber belajar sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilannya,” jelasnya.

Menhub menambahkan, melalui program PJJ ini pihaknya berencana menyekolahkan para Taruna STIP pada semester 7 dan 8 di luar. “Jadi mereka sambil bekerja dapat sambil sekolah, sehingga mereka tidak kehilangan waktu untuk sekolah tapi juga dapat uang karena bisa sambil bekerja,” ujarnya.

Bahkan ke depannya, ungkap Menhub akan mengadakan kerjasama dengan Universitas Terbuka (UT) guna membuka kelas secara terbuka. “Perkuliahan secara tatap muka katakanlah 20% dan yan 80% kita berikan kesempatan mereka belajar jarak jauh. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan memperbanyak kesempatan bekerja bagi taruna,” jelasnya. (Imd)

 

BERITA REKOMENDASI