Menpar : Pariwisata Murah dan Datangkan Devisa

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata adalah industri yang paling mudah dan murah namun mendapatkan devisa yang cukup besar. Misalnya sektor ini dengan investasi sekitar 2 persen namun bisa mendapatkan devisa hingga 100 persen.

"Kepariwisatan itu, mudah dan murah tetapi mendapatkan devisa yang cukup besa. Misalnya kalau kita mau mendapatkan devisa 100 juta dolar AS, perlu dana investasi sekita 2 juta dolar AS, atau kalau mau dapat devisa 1 miliar dolar AS, maka butuh investasi sekitar 20 juta dolar AS," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara Launching Festival Pesona Serumpun Sebalai Nusantara 2016  di Jakarta, Jumat (15/07/2016).

Menurutnya, kontribusi pariwisata kepada PBD Indonesia pada tahun 2019 sebesar 8 persen Dengan perolehan  devisa sebesar Rp 240 triliun, lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, target kunjungan wisman sebanyak 20 juta wisman dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 275 juta,

Arief berharap, dengan adanya  Festival Pesona Serumpun Sebalai Nusantara 2016  akan menambah pendapatan devisa negara. Dimana target wisatawan yang melihat festival ini sebesar 2500 wisnus dan 100 wisman. Sedangkan target keseluruhan ke Bangka Belitung sekitar 500 ribu untuk wisman dan 2 juta untuk wisnus.

Dikatakan, Bangka Belitung banyak menarik perhatian wisatawan sejak digunakan dalam setting film Laskar Pelangi. Sejak itu, keindahan pantai yang ada di sana mendapat sorotan yang lebih banyak dari sebelumnya. Kami mengapresiasi terselenggaranya acara yang bisa menjadi salah satu daya tarik pariwisata ini.

"Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Banyak pantai indah yang belum banyak terjamah manusia yang bisa dikunjungi di sana. Selain itu, keragaman budayanya juga menarik.
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi mengatakan, penyelenggaraan festival pariwisata dan budaya Pesona Serumpun Sebalai Nusantara 2016 akan berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang pada 23-26 Juli 2016.

Dikatakan, Istilah serumpun sebalai adalah filosofi masyarakat Bangka Belitung, yang menggambarkan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan, yang sampai sekarang tetap hidup dan diterapkan masyarakat Bangka Belitung. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI