Menpora Minta Roy Suryo Kooperatif

Editor: KRjogja/Gus

BOGOR, KRjogja.com – Menteri Permuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta Roy Suryo untuk kooperatif. Tidak membuat polemik yang berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat, terkait aset-aset Kemenpora yang hingga kini masih di tangan Roy Suryo. Hal tersebut diungkapkan Menpora Imam Nahrawi kepada wartawan, di Istana Bogor, Jumat  (7/9).

"Saya kira Pak Roy Suryo tahulah. Segeralah ditindaklanjuti dengan baik tanpa banyak polemik. Karena kita ingin menjaga euforia Asian Games ini sebaik mungkin," kata Imam.

Sebelumnya diberitakan, Kemenpora mengingatkan Roy Suryo agar segera mengembalikan barang-barang milik negara yang digunakan semasa menjabat Menpora. Total ada 3.226 unit barang yang belum dikembalikan. "Wajib, dikembalikan," ujar Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Menpora mengatakan, pihaknya akan terus mengejar aset-aset kementerian yang hingga kini masih ada di Roy Suryo. Karena jumlah yang belum dikembalikan itu, katanya, hasil dari pemeriksaan Laporan Hasil Observasi (LHO) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut Imam, pemeriksaan itu sangat detail, sehingga diperoleh beberapa inventaris milik negara yang masih di tangan Roy Suryo.

LHO itu, lanjut Imam adalah hasil BPK tahun 2016. Imam mengaku tidak mengetahui detail barang apa saja. Hanya yang ia ingat, di antaranya adalah kamera. Untuk total nilai yang belum dikembalikan, jumlahnya cukup besar. Meski tidak sampai ratusan miliar. "Setahu saya Rp 8-9 miliar," katanya.

Setiap tahun, pihaknya akan disiplin dalam menjaga barang milik negara (BMN). Termasuk yang digunakan Inasgoc,  yang masih ada di Roy Suryo. "Ini saya berharap betul supaya diselesaikan agar tidak ada yang mengganjal pemeriksaan kita di masa mendatang," katanya.

Meski pihak Roy Suryo mengelak, Imam menegaskan, Kemenpora akan terus mengejar barang milik negara yang ada di politisi Partai Demokrat itu, sampai semua dikembalikan. Roy Suryo mengajukan somasi, Menpora mempersilahkan. Kemenpora akan patuh pada hukum, dan siap untuk menghadapi somasi tersebut. (Sim/Edi)

BERITA REKOMENDASI