Mensos Awali Pencairan PKH Tahap Kedua di Bengkulu

BENGKULU, KRJOGJA.com – Menteri Sosial Idrus Marham mengawali pencairan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) secara nasional dari Provinsi Bengkulu, Jumat, (11/05/2018)

"PKH cair 4 kali dalam setahun yakni Februari, Mei, Agustus dan November. Untuk pencairan tahap kedua secara nasional yakni pada bulan Mei, masyarakat sudah mulai bisa mencairkan uangnya di agen bank anggota HIMBARA, e-warong, dan gerai ATM terdekat. Pencairan ini juga bersamaan pencanangan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Kota Bengkulu yang sebelumnya dalam bentuk Beras Sejahtera (Rastra)," terang Mensos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu

Dalam satu tahun pemegang kartu PKH mendapatkan Rp1.890.000. Dananya harus digunakan untuk pemenuhan gizi anak misalnya membeli makanan bergizi seperti telur dan ikan, serta membeli keperluan sekolah anak seperti buku, seragam dan alat tulis. 

"Bantuan sosial ini merupakan komitmen dan janji Presiden terhadap rakyat khususnya ibu-ibu agar dapat memberikan gizi yang baik untuk anak-anak dan bisa menyekolahkan anak-anak. Jadi saya mohon dimanfaatkan dengan baik ya ibu-ibu," tutur Mensos. 

Kepada ratusan KPM yang hadir Mensos menyampaikan bahwa PKH bertujuan mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Secara perlahan ke depannya, melalui PKH diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dan kemandirian KPM. 

"Kepada ibu-ibu semua, saya ingin menyampaikan bahwa bansos PKH sifatnya sementara. Saya harap setelah 6 tahun dalam pendampingan oleh Pendamping PKH, ibu-ibu sudah lebih mandiri dan perlahan lepas dari kemiskinan," katanya. 

Penerima bansos, lanjutnya, nantinya juga akan didukung intervensi bantuan berbagai program lainnya dari pemerintah sehingga diharapkan keadaan ekonomi keluarga semakin baik dan KPM akan tergraduasi atau lulus dari program PKH dan bansos lainnya.

Pada pencairan bansos PKH ini, Mensos memberikan sertifikat kepada KPM Graduasi dari Provinsi Bengkulu. 

Graduasi Mandiri atau keluar dari kepersertaan PKH secara sukarela, merupakan bentuk kesadaran diri dari Keluarga Penerima Manfaat yang sudah sejahtera. Hal tersebut dikarenakan Keluarga Penerima Manfaat mengalami peningkatan ekonomi. 

Sebanyak 5 orang tersebut adalah Dahlia Yanti yang kini menjadi pegawai tetap PLN, Umi Kalsum wirausaha ayam potong, warung manisan dan punya bedengan, Elviana yang memiliki usaha mie ayam, Yuyun Safitri memiliki usaha oleh-oleh khas Bengkulu, dan Erni Mawati yang memiliki usaha bakso bakar. 

Erni Mawari, ibu rumah tangga dengan 3 orang anak mengaku sangat terbantu dengan adanya bimbingan dan arahan dari Pendamping PKH yang memberikan motivasi pada saat pertemuan kelompok.  "Awalnya saya berjualan sayur keliling kemudian merambah usaha bakso bakar. Sekarang sudah punya 3 cabang bakso bakar. Alhamdulliah," ujarnya seraya tersenyum usai menerima piagam graduasi dari Mensos. (Ati)

BERITA REKOMENDASI