Menteri Hanif : Colombo Process Miliki Peran Strategis

COLOMBO (KRjogja.com)  – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri (MHD) mengatakan Colombo Process adalah forum konsultasi regional para Menteri negara-negara pengirim tenaga kerja se-Asia (bersifat  tidak mengikat) yang terdiri 11 negara, yakni Sri Lanka, Afghanistan, Bangladesh, Cina, India, Nepal, Pakistan, Filipina,  Thailand, Vietnam dan Indonesia.

"Sesuai dengan namanya, forum ini dibentuk di Colombo pada 2003 atas prakarsa Indonesia. Colombo Process memiliki peran strategis dalam kerjasama dan koordinasi antar negara-negara pengirim pekerja migran, agar terwujud migrasi yang fair, aman dan menguntungkan seluruh pekerja migran,” kata MHD dalam pernyataannya di Colombo, Sri Langka dan diterima di Jakarta Kamis (25/8/2016).

Sebagai negara pengirim buruh migran yang besar, menurutnya, Indonesia memandang forum ini sangat strategis untuk mendorong kerjasama internasional dalam memperbaiki perlindungan dan keahlian buruh migran, baik di negara pengirim maupun penerima buruh migran.

“ Karena itu, melalui forum ini Indonesia akan menyampaikan beberapa usulan terkait perbaikan buruh migran serta menyampaikan beberapa praktik yang telah dilakukan terkait buruh migran di Indonesia,”  kata MHD seraya menyebutkan data Kementrian Ketenagakerjaan menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 6,1 juta pekerja migran yang tersebar di berbagai benua.

Pertemuan tahun ini mengambil tema “Migration for Prosperity: Adding Value by Working Together”.  Terdapat lima isu utama yang akan dibicarakan, yakni labour market analysis_ (analisa pasar kerja), skill and qualification recognition (ketrampilan dan pengakuan kualifikasi), promoting ethical recruitment (etika promosi perekrutan), pre departure orientation and empowerment (orientasi sebelum keberangkatan dan pemberdayaan), serta  remittancess (remitansi). (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI