Menteri Sandiaga Uno: Kualitas Karya Ekraf Anak Bangsa Setingkat Internasional, dengan Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi, Ekonomi Bisa Bangkit

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Yogyakarta sebagai salah satu kota yang berpartisipasi pada Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022.

Menparekraf menyampaikan bahwa tidak mudah jdmembangkitkan ekonomi yang sempat goyah di tengah pandemi Covid-19 yang berusaha untuk dikendalikan. “Ekonomi kreatif kita menggeliat. Kemenparekraf melalui AKI 2021 memberikan dampak positif bagi pemulihan ekonomi kita di tengah pandemi Covid-19 yang tengah coba kita kendalikan. AKI 2022 yang kembali hadir diharapkan terus membawa kesuksesan yang dibawa dari AKI 2021,” ujar Sandiaga dalam sambutannya usai meninjau booth finalis AKI 2022 yang berlangsung di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (1/7/2022).

“Program AKI 2022 kembali dengan merangkaul 16 kota dan kabupaten yang berbeda sebelumnya. Yogya tahun lalu belum hadir, dan kali ini berpartisipasi. Yang ingin saya sampaikan kepada para UMKM Kreatif adalah jiwa pantang mundur. Membangun usaha pasti jatuh bangun. Saya 20 kali lebih jatuh bangun dalam membangun usaha. Memulai usaha dari 3 orang karyawan dan hingga kini sudah bisa membuka lapangan kerja bagi 30 ribu karyawan,” ujar Menparekraf.

Dengan jiwa pantang mundur, Sandiaga mengajak semua pihak bersama-sama raih peluang untuk menjadi pemenang. “Kerja dengan prinsip 4 As: Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas serta kerja ikhlas. Pengusaha harus tampil optimal mengambil segala bentuk peluang yang ada meski harus hadapi pandemi. Juga lakukan 3G, Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), serta Gaspol – garap semua potensi termasuk potensi online,” tuturnya.

Kesempatan sama, Menparekraf mengaku sangat optimistis melihat masa depan penuh harapan. “Peserta AKI 2022 Yogya ada 27 menunjukkan karya terbaiknya dan memperlihatkan produk karya anak bangsa memiliki kualitas yang setingkat kualitas internasional. Saya melihat penciptaan 1.1 juta lapangan kerja dengan inovasi adaptasi dan kolaborasi tahun ini akan kita wujudkan. Ini adalah kebangkitan kita namun di tengah tantangan ekonomi yang diakibatkan kenaikan bahan pokok dan harga bahan dasar dari produk ekonomi kreatif, maka kita harus berikan inovasi baru, termasuk kiat bertahan dengan digitalisasi dan pemasaran yang menjangkau pasar yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Tak lupa Sandiaga menekankan, target 2024 dengan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja bisa diwujudkan dengan kolaborasi antara Kemenparekraf dengan para pihak. “Dengan kolaborasi Pentahelix, konsepnya bersama maju, pulih lebih cepat bangkit lebih kuat,” terangnya.

Menparekraf menyampaikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata sudah memiliki keunggulan luar biasa. ‘Mari bantu untuk meningkatkan kualitas kunjungan dan menjual produk ekonomi kreatif. Jangan hanya jadi Rohali (rombongan yang hanya lihat-lihat) namun jadi Rojali (rombongan yang beli) produk ekonomi kreatif di Yogyakarta,” ujarnya.

Sandiaga mengaku takjub saat berkeliling meninjau 27 produk kreatif peserta AKI Yogakarta. “Saya amazed. Yang herlu ditingkatkan hak kekayaan intelektual, hak patennya. Ternyata UMKM tidak kalah dengan produk yang dipajang di mal-mal papan atas,” ujar Menparekraf yang mengenakan baju batik inovasi dari salah satu finalis AKI 2022 Yogyakarta, Djadi, berupa kombinasi batik dan opa-opa Gangnam Style.

Menparekraf berharap, dengan mengikuti AKI 2022 diharapkan produk UMKM Kreatif laris terjual, mulai kuliner, aplikasi gaming, film dan musik juga makin dikenal. “Saya melihat kebersamaan di sini akan membawa kesuksesan. Ekonomi memang masih berat tapi kita harapkan semoga perekonomian masyarakat di sini menggeliat. Mari bersama membawa manfaat,” pungkas Sandiaga.

Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 telah memasuki kota/kab ke-3 dan ke-4 yang berlangsung di Yogyakarta dan Tegal. Tahun kedua dilaksanakannya program unggulan Kemenparekraf ini dalam rangka membangkitkan kembali perekonomian

masyarakat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Selain itu juga diharapkan produk atau karya yang lahir dari Apresiasi Kreasi Indonesia bisa menjadi ikon produk lokal yang mendunia.

Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 terdiri dari dua agenda utama: Bootcamp (peningkatan kapasitas) dan Pameran (menampilkan dan transaksi jual beli produk kreatif). Jarak pelaksanaan Bootcamp dan Pameran sekitar satu bulan. Pelaksanaan program ini berada di 16 Kota/Kabupaten Indonesia, yang terdiri dari: Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Cilegon, Tangerang, Tasikmalaya, Cirebon, Tegal, Yogyakarta, Sidoarjo, Jember, Banjarmasin, Pontianak, Kendari, dan Ambon.

Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 merupakan hasil dari kurasi dengan total pendaftar 6.531, dengan total finalis dari 16 Kabupaten/Kota adalah 433 yang terdiri dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik. (*)

BERITA REKOMENDASI