Meski Perekonomian Terdampak Pandemi, Aset DJS Tumbuh 13 Persen

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Di tengah perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19 dan sudah berjalan selama dua tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) masih dapat membukukan kinerja yang sangat baik. Hal ini tertuang dalam Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP) untuk tahun 2020.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo menyatakan, aset Dana Jaminan Sosial (DJS) yang terdiri Dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) tumbuh hingga 13%. “Hal itu dicapai meski terdapat peningkatan klaim JHT hingga 22%, sebagai dampak dari pandemi Covid-19, dan adanya kebijakan relaksasi iuran dengan potongan hingga 99% selama enam bulan,” jelasnya di Jakarta, Selasa (01/6/2021).

Pertumbuhan DJS ini, menurut Anggoro, antara lain ditopang kinerja investasi BPJAMSOSTEK tahun 2020. Capaian dana investasi aset DJS ini tumbuh hingga 13,16% year on year (YoY), dengan hasil investasi tumbuh sebesar 11,42% YoY. Aset DJS yang dikelola meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp483,78 triliun.

“Jika ditambah dengan Aset Badan dari BPJAMSOSTEK sebesar Rp15,8 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2020 secara total BPJAMSOSTEK mengelola aset sebesar Rp499,58 triliun,” ujar Anggoro seraya menambahkan peringkat Kesehatan Keuangan DJS maupun Badan BPJAMSOSTEK selama 2020 juga dalam kondisi yang aman dan sehat.

Pada kesempatan ini ditegaskan bahwa BPJAMSOSTEK mengutamakan pengelolaan dana yang bersih dan akuntabel. Predikat WTM dari kantor akuntan independen merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

BERITA REKOMENDASI