Militan Ancam Bunuh Duterte

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Militan kelompok pemberontak BIFF Filipina meninggalkan pesan berisi ancaman untuk membunuh Presiden Rodrigo Duterte. Pesan tersebut ditemukan  ketika militer membersihkan satu ruang kelas di sebuah sekolah yang diduduki oleh BIFF saat mereka menyerang desa di Pigcawayan, Cotabato.

Di papan tulis kelas tersebut, seorang militan menulis, "Ini merupakan tembakan untuk membunuh Duterte. Kepada siapa pun Duterte meminta bantuan untuk memberangus kami, bersiaplah, Davao selanjutnya."

Davao merupakan kampung halaman Duterte, di mana ia pernah menjabat sebagai wali kota selama puluhan tahun. Hingga saat ini pun, Duterte kerap menjalankan pemerintahan dari rumahnya di Davao.

Menanggapi ancaman ini, juru bicara kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, mengatakan bahwa BIFF tidak akan bisa mengancam nyawa Duterte. (*)

BERITA REKOMENDASI