Miris, Indonesia Hanya Ada Dua Propinsi Punya Dinas Perpustakaan

Putut Hary Satyaka, mewakili Kementerian Keuangan, membeberkan bahwa Pagu Alokasi DAK Fisik Subbidang Perpusda pada Perpres 78 Tahun 2019 tentang Rincian APBN TA 2020 sebesar Rp 450 miliar, pada pertengahan Tahun 2020 mengalami Refocussing Anggaran menjadi sebesar Rp 74,3 miliar

 

“Persentase penyerapan DAK Fisik Subbidang Perpusda pada 2020 sebesar 98,39 persen lebih tinggi dibandingkan persentase penyerapan pada Tahun 2019 yang hanya 75 persen. Tahun 2021, dari pagu sebesar Rp 550 miliar, realisasi RK yang disepakati bersama oleh Pemda dan Perpusnas sebesar Rp 549,9 miliar. Artinya persentase nilai RK terhadap Pagu Alokasi hampir sebesar100 persen,” jelasnya.

Dari dana ini, dialokasikan ke berbagai provinsi dengan angka terbesar ada di Sulawesi Selatan (Rp 62,3 miliar), dibawahnya ada Jawa Tengah (Rp35,5 miliar), Nusa Tenggara Barat (Rp 29,6 miliar), Sumatera Utara (Rp 26,5 miliar), dan Jawa Timur (Rp 25,5 miliar).

Sedangkan alokasi terkecil ada di Maluku (Rp 6,2 miliar), Bangka Belitung (Rp3,8 miliar), Kepualauan Riau (Rp 2,4 miliar), dan Bali paling buncit di angka (Rp 2,0 miliar).

Dari DAK Fisik Subbidang Perpusda

Tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan bisa membangun 1 unit gedung Perpustakaan Umum Provinsi, 95 paket pengadaan perabot layanan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota, perluasan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota sebanyak 20 unit, pembangunan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota sebanyak 39 unit, lalu pengadaan bahan perpustakaan cetak dan/atau digital sebanyak 58 paket, pengadaan TIK layanan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota: 97 unit, dan renovasi gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota sebanyak 13 unit.(Lmg)

BERITA REKOMENDASI