Miryam Haryani Huni Lapas Pondok Bambu

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S. Haryani dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah perkara yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

"Hari ini dipindahkan ke Lapas Perempuan Klas II A Jakarta (Pondok Bambu)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Miryam merupakan terdakwa yang memberikan keterangan tak benar di persidangan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Mantan Bendahara Umum Partai Hanura itu divonis 5 tahun dan denda Rp200 juta.

Majelis Hakim menyatakan Miryam terbukti secara sah dan meyakinkan memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan kasus korupsi e-KTP. Vonis terhadap Miryam ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK sebesar 8 tahun penjara.

Miryam saat itu disumpah sebagai saksi untuk terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto dalam kasus korupsi e-KTP.

Namun Miryam mencabut BAP miliknya yang menyebutkan penerimaan uang dari Sugiharto dengan alasan pada saat pemeriksaan penyidikan telah ditekan dan diancam oleh tiga orang penyidik KPK. Sementara alasan yang disampaikan terdakwa tersebut tidak benar. (*)

BERITA REKOMENDASI