MK Tolak Gugatan Kivlan Zen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terdakwa kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam, Kivlan Zen, terkait Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api. Gugatan Kivlan dianggap kabur dan tak memenuhi syarat formal pengajuan permohonan di MK.

“Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” ujar Ketua MK Anwar Usman, Rabu (22/07/2020).

Dalam gugatannya, Kivlan menyatakan keberatan dengan ketentuan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat tentang senjata api. Pasal tersebut menjelaskan ancaman pidana penjara hingga pidana mati bagi orang yang memiliki senjata api.

Menurut Kivlan, ketentuan tersebut sudah tak lagi relevan di masa sekarang. Apalagi, belum pernah ada orang yang divonis atas kepemilikan senjata api. Kivlan yang tengah dijerat terkait kasus kepemilikan senjata api di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu pun merasa keberatan.

Namun hakim konstitusi menyatakan, Kivlan justru tak menjelaskan dampak langsung atas berlakunya peraturan tersebut. Kivlan hanya menguraikan kasus konkret yang tidak ada relevansinya dengan norma yang diajukan.

“Permohonan lebih banyak menguraikan kasus konkret yang dialami pemohon tanpa argumentasi yang jelas mengenai pertentangan norma yang diajukan dengan norma dasar dalam UUD 1945 yang dijadikan dasar pengujian,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI