Modal Berwirausaha, TKI di Singapura Dibekali Keterampilan

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Singapura mendapatkan pelatihan keterampilan kerja berupa tata rias kecantikan rambut dan kulit, menjahit, komputer, Bahasa Inggris, kuliah di Universitas Terbuka serta kejar paket A dan B dan C.

"Pelatihan kerja bagi TKI ini sebagai bentuk komitmen negara, untuk meningkatkan aspek perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan TKI dan keluarganya," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Ia dalam kaitan ini telah mengunjungi pusat pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja Indonesia (TKI)  yang berlokasi di Sekolah Indonesia Singapura (SIS), di Singapura, Minggu (3/9). Pelatihan kerja bagi TKI Singapura ini diharapkan bisa menjadi modal keterampilan atau berwirausaha jika suatu saat pulang kembali ke Tanah Air.

Hanif mengemukakan, sekembalinya bekerja di negeri orang, para TKI ini akan dapat berwirausaha sehingga bisa mengembangkan daerah asalnya dan meningkatkan perekonomian daerah. Program pelatihan di negara TKI bekerja ini menjadi contoh bagi perwakilan RI di negara lainnya agar bisa pula menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja, untuk pemberdayaan TKI dan keluarganya.

Jenis-jenis pelatihan yang disediakan bagi TKI disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan TKI di setiap negara. "Selain meningkatkan keahlian para TKI, juga bertujuan membantu TKI meningkatkan pendapatan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di kampung halamannnya," tutur Hanif.

Dalam kunjungan ke pusat keterampilan TKI, Hanif didampingi IG Ngurah Swajaya, Dubes Indonesia untuk Singapura, Dirjen Binapentasker Maruli A Hasoloan, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono, dan Atase Ketenagakerjaan di Singapura Sholahudin. (Ful)

BERITA REKOMENDASI