Modal Rp 1 Juta Kini Sudah Bisa Berinvestasi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kesadaran untuk berinvestasi mulai tumbuh dalam masyarakat. Rencana membangun masa depan yang lebih baik kini menjadi kebutuhan semua orang.

Namun sayangnya tak semua orang mengerti dan memahami apa itu investasi. Gambaran mendapat keuntungan besar atau ketakutan uang tak kembali menjadi tantang tersendiri bagi mereka yang memutuskan akan berinvestasi.

Hadi Surono, Kepala Subbagian Layanan Informasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mengatakan belajar investasi harus dilakukan sejak dini. Langkah pertama yang harus dilakukan yakni menyadari dahulu risiko yang akan terjadi saat hendak melakukan investasi.

"Alangkah lebih baik kalau mengenal investasi sejak dini dan belajar tentang risiko yang akan terjadi. Bagi mereka yang sudah memulai kegiatan produktif dan mempunyai penghasilan perlu dikelola dari sekarang, pengelolaannya tentu saja harus ada tentang risiko-risiko itu sendiri," terang Hadi Surono disela talk show tentang investasi yang digelar di kawasan Depok Sleman, Sabtu (12/10/2019).

Ia mengatakan, dengan mengenal risiko yang ada maka seseorang akan lebih berhati-hati saat berinvestasi. Sehingga nantinya cara pandang tentang investasi lebih terbuka dan tak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar yang dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Menurut Hadi Surono, dalam persaingan ekonomi global seperti saat ini investasi harus terus tumbuh karena hal itu akan meningkatkan perekonomian bangsa. Akan lebih baik lagi jika investasi itu dilakukan oleh masyarakat sendiri sehingga perekonomian Indonesia dapat menjadi lebih kuat.

"Fundamental ekonomi Indonesia kalau ditopang oleh investasi yang dimulai dari masyarakat sendiri itu akan lebih baik, tidak hanya investasi dari luar (negeri) saja. Jika investasinya baik maka perekonomian negeri ini menjadi kuat," tambahnya.

Kementerian Keuangan saat ini meluncurkan berbagai program untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda berinvestasi, salah satunya dengan Surat Berharga Negara (SBN) retail. Dengan program ini, masyarakat dapat berinvestasi hanya dengan modal Rp 1 juta saja.

Karena diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, maka investasi ini dipastikan aman dan dijamin oleh negara. Dengan bunga menarik diatas deposito bank BUMN, investasi ini dapat dilakukan siapa saja dan dimana saja karena seluruh tahapan prosedurnya dilakukan secara online.

Hadi Surono mengatakan sejak diluncurkan tahun lalu, sekitar 43 ribu investor telah menanamkan modalnya di SBN retail. Pada tahun ini jumlahnya terus meningkat tajam, tercatat sejak Januari sampai September sudah sebanyak 123 ribu investor mengikuti program tersebut.

"Ini sebuah instrumen investasi yang bebas risiko gagal bayar, dengan nilai Rp 1 juta saja sudah bisa berinvestasi. Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi," tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI