MRT Bisa Saingi Grab dan Gojek

Editor: Ivan Aditya

JAJKARTA, KRJOGJA.com – Kehadiran moda raya terpadu berbasis rel listrik (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta dinilai bisa menyaingi transportasi ojek via daring (online), seperti Grab dan Gojek yang selama ini telah memenuhi kebutuhan masyarakat atas transportasi massal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan biaya perjalanan ketika menggunakan MRT sebesar Rp10 ribu per 12 kilometer (Km) untuk sekali jalan, dalam jarak tempuh Stasiun Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

"Tapi kalau berhenti hanya dari stasiun ke stasiun lain mungkin hanya membayar Rp2.500, jadi ini nanti saingannya dengan mereka yang harus naik Grab dan Gojek. Itu adalah kompetisinya," ujar Ani, begitu ia akrab disapa.

Kehadiran MRT juga bisa menjadi sumber ekonomi baru. Pasalnya, kehadiran stasiun MRT membuka peluang usaha bagi toko (merchant) yang ingin berjualan. Selain itu, ada pula peluang kerja sama iklan antara pihak MRT dengan sejumlah perusahaan dari berbagai bidang usaha.

Selain memberi dampak kerja sama antara MRT dengan beberapa pihak, kehadiran toko dan kerja sama lain akan pula melahirkan kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat, khususnya pengguna MRT. Sebab, pengguna bisa berbelanja di dalam stasiun MRT yang berjumlah 13 stasiun untuk rute Bundaran HI-Lebak Bulus.

"Bahkan perusahaan swasta meminta agar stasiun itu diberi nama (sesuai) perusahaannya, itu akan menimbulkan penerimaan. Lalu, properti di dalamnya, sudah disewa oleh perusahaan yang tentu akan menimbulkan biaya sewa dan kegiatan ekonomi," ucapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI