Muhammadiyah Desak Banser Minta Maaf

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nahsir menyesalkan aksi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan saat peringatan Hari Santri Nasional. Menurut dia, santri tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan anarkistis dengan membawa alasan agama.

"Santri tidak dibenarkan melakukan berbuat sekehendaknya, apalagi dengan menggunakan alasan agama dan nasionalisme," kata Haedar.

Haedar kemudian meminta agar pihak yang membakar bendera Tauhid di Garut untuk meminta maaf agar polemik yang sudah menyulut kemarahan sebagian umat muslim mereda. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. "Pihak yang melakukan pembakaran, legowo untuk meminta maaf agar reaksi publik mereda," ujarnya.

Menurut Haedar, wajar jika umat islam marah terhadap aksi pembakaran bendera tauhid. Namun tanggapan yang berlebihan dikhawatirkan justru akan berpotensi menciptakan perpecahan dan kekisruhan. (*)

BERITA REKOMENDASI