Muhammadiyah Dukung RUU Minuman Beralkohol

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PP Muhammadiyah menyatakan mendukung pembahasan rancangan undang-undang larangan minuman alkohol (RUU Minol). Setali tiga uang, Muhammadiyah turut mendukung pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menilai aturan tersebut penting dan mendesak karena alasan kesehatan, sosial, ekonomi dan ketertiban umum. “Itu juga sudah diberlakukan di banyak negara, termasuk di negara-negara Barat,” jelasnya.

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad berharap RUU itu nantinya bisa diterapkan bagi seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali. Sebab, minuman beralkohol sendiri dilarang oleh agama Islam karena dampak buruknya lebih banyak ketimbang manfaatnya.

Terpisah, Sekjen MUI Anwar Abbas menegaskan bahwa minuman beralkohol tidak baik menurut pandangan ajaran agama maupun ilmu kesehatan. Oleh karena itu, dirinya mendukung perancangan RUU Minol.

“Minuman keras itu tidak baik, baik menurut agama maupun menurut ilmu kesehatan. Oleh karena itu karena tugas pemerintah adalah melindungi rakyatnya,” kata Anwar. (*)

alahgunaan narkoba dan penyakit HIV/AIDS.

“Oleh karena itu menurut saya pemerintah jangan tunduk kepada apa maunya pedagang dan jangan biarkan mereka mencari untung dengan merugikan dan merusak fisik serta jiwa orang lain yang mengkonsumsinya seperti halnya juga dengan narkoba,” kata Anwar. (*)

BERITA REKOMENDASI