Muhammadiyah Moderasi Beragama Dai Daerah 3T

Editor: Ary B Prass

KUPANG, KRJOGJA.com – Penguatan dakwah di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) digalakkan Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Penguatan dakwah di daerah 3T sebagai ikhtiar untuk syiar Islam dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughni mengatakan para Dai Muhamadiyah di daerah 3T harus senantiasa hidup rukun dengan kelompok yang berbeda sebagai wujud dari moderasi beragama.

“Hal itu penting agar dakwah Muhammadiyah tersampaikan dengan baik kepada semua golongan,” katanya, Minggu (3/10/2021).

LDK PP Muhammadiyah menggelar Seminar Nasional di Universitas Muhammadiyah Kupang,  Nusa Tenggara Timur dengan tema seminar ‘Moderasi Beragama bagi Dai di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal’. Kegiatan diadakan secara hybrid (luring dan daring) untuk mencegah penularan Covid-19.

Syafiq mengatakan pada seminar itu berpesan agar dalam berdakwah di daerah 3T, memperhatikan empat hal pokok. Pertama, menunjukkan keunggulan Islam tanpa merendahkan lainnya.

Kedua kata dia, dalam konteks tauhid perlu menekankan akidah yang murni tanpa mengkafirkan. Ketiga, dalam konteks ibadah jadikan kewajiban elementer tanpa menyesatkan orang lain.

Sedangkan keempat, kata dia, dalam konteks akhlak para dai harus saling menghormati dan menolong dalam soal kemasyarakatan dan kemanusiaan.

BERITA REKOMENDASI