MUI Minta Pemerintah Sensor Pokemon Go

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis, meminta pemerintah untuk langsung menyensor program game virtual “Pokemon Go”.

“Saya usul, baiknya program itu di langsung sensor aja,” tegas Cholil melalui akun Twitter ‏@cholilnafis.

Senada dengan itu, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago juga meminta pemerintah secara resmi melarang Pokemon Go. “Kalau Pokemon Go itu jelas akan lebih banyak merugikan kita yg sedang mengejar berbagai ketertinggalan, sebaiknya Negara resmi melarang!” tulis Andrinof di akun ‏@andrinof_a_ch.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnadi, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, dan beberapa kepala kepolisian daerah melarang aparatnya main Pokemon Go dengan alasan yang berbeda-beda.

Dalam surat edaran Kepala Staf TNI Angkatan Laut, anggota TNI AL bermain Pokemon Go. Pertimbangannya, permainan di telepon pintar itu dapat merekonsiliasi data citra fisik untuk memetakan setiap sudut wilayah, yang berfungsi sebagai geospatial intelligence (intelijen geospasial).

Di beberapa negara, Pokemon Go juga dianggap menimbulkan masalah. Salah satu negara yang melarang Pokemon Go adalah Mesir. Pemerintah Mesir melarang Pokemon Go karena dianggap membahayakan keamanan nasional. (*)

BERITA REKOMENDASI