Nadiem Ingatkan Kompetensi Menghafal Tak Diperlukan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kembali mengingatkan bahwa kompentensi menghafal tidak diperlukan di masa depan. Hal itu ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

"Menurut saya tantangan masa depan dengan kompleksitas yang tinggi membutuhkan beberapa corekompetensi. Tidak ada kompetensi menghafal," kata Nadiem. 

Dalam hal ini, kata Nadiem, kompetensi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini meliputi kreativitas, kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi, berpikir dan memproses informasi secara kritis, mempertanyakan validitas sebuah informasi, pemecahan masalah dan kemampuan berempati.

Selain itu, dalam penyusunan kurikulum, BSNP harus memperhatikan pentingnya pembelajaran tersebut bagi murid.

"Ini apa gunanya, apa dampak positifnya bagi murid kita di masa depan. Nah kalau ternyata jawabannya tidak ada, harus dibuang," ujar dia.

Ia mengatakan agar guru-guru dapat menerjemahkan kurikulum tersebut menjadi sebuah lesson plan yang baik. Sehingga hal tersebut dapat langsung diaplikasikan terhadap murid yang bahkan memiliki kompetensi rendah. (*)

UN

BERITA REKOMENDASI