Nadiem Makarim : Pembelajaran Anak Satu Konsep

JAKARTA, KRJOGJA.com -Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan program prioritasnya adalah pembelajaran anak satu konsep. Selain itu penggunaan dana yang harus dicek kembali dan menggerakkan revolusi mental.

Demikan disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim dalam paparannya pada rakor perdana di Kemenko PMK,Jakarta Kamis (31/10 2019)

"Pertama yang penting itu adalah pembelajaran anak satu konsep yang sangat penting, semua badan-badan, semua aturan penggunaan dana kita dan resource kita harus cek dulu itu dulu filter itu adalah paling penting untuk mengetahui apakah yang kita sent itu di delivered, apa hasilnya dan dampaknya," ujar Nadiem.

Kemudian kedua adalah apakah struktur kelembagaan itu mendukung tujuan pembelajaran murid tersebut apa yang berdampak positif. Sedangkan prioritas ketiga untuk benar-benar menggerak revolusi mental sesuai arahan Pak Presiden dan Menko dan nyata melalui konten bukan hanya di institusi pendidikan.

 Atasi Masalah Ketersedian Guru

Di tempat terpisah  Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim harus bisa mengatasi masalah ketersediaan guru.

"Menteri baru Nadiem Makarim harus berjuang ekstra keras terkait ketersediaan guru ini, jika pendidikan kita terus menerus dibiarkan dikelola oleh orang-orang yang status gurunya tidak jelas dan pendapatannya di bawah Rp150.000/bulan maka “lompatan” yang dijanjikan tak akan pernah terwujud," ujar Ramli di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Dia menjelaskan lebih dari satu juta tenaga pendidikan tidak jelas statusnya dan pendapatannya. Bahkan penghasilannya jauh lebih rendah jika dibandingkan buruh bangunan.

"Jika terkait data guru dan perbandingan siswa dan guru, mereka, satu juta guru yang status dan pendapatannya tidak jelas ini akan digunakan sebagai “data pemanis” tapi jika berbicara status dan pendapatan, mereka diabaikan," kata dia lagi.
Dia menambahkan pengangkatan CPNS guru akan membuat resah para guru yang statusnya belum.jelas itu. Hal itu dikarenakan sangat berpotensi digeser oleh para CPNS.

"Tetapi semua itu tak perlu dikhawatirkan karena jumlah guru yang pensiun dan alih tugas saja tak cukup digantikan oleh CPNS 2019 ini."

Ramli juga menegaskan jika Nadiem tidak sanggup menuntaskan masalah guru, maka jangan pernah berharap pendidikan akan lebih baik. Apalagi masalah utama kita hari ini ada pada pendidikan dasar dan pendidikan vokasi atau kejuruan.

Jumlah kekurangan guru pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah negeri mencapai 1.141.176 guru sementara jumlah guru pensiun dalam kurun waktu 2020-2024 mencapai 391.644 guru, sementara yang sudah pensiun pada tahun 2017-2018 mencapai 90.287 guru. 

Bahkan 60.000 formasi guru itu kemungkinan tak cukup mengganti guru pensiun tahun 2019 yang mencapai 62.759 guru belum termasuk yang berpindah tugas ke struktural, diangkat jadi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tak lagi memiliki kewajiban mengajar. 

Seleksi CPNS 2019 ini tentu saja akan bertugas paling cepat tahun 2020 sementara di tahun 2020 jumlah guru pensiun mencapai 72.976 guru. (ati)
 

BERITA REKOMENDASI