Nadiem Tak Masalah Dikritik

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA. KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menganggap kritik-kritik terhadap kebijakan kementeriannya sebagai salah satu indikator dirinya telah menjalankan tugas.

Menurut Nadiem, Indonesia membutuhkan perubahan di semua bidang. Dan jika tidak ada resistensi terhadap suatu kebijakan, artinya kebijakan itu tidak memberikan perubahan yang besar. "Kalau dari sisi pemerintahan, kalau enggak ada resistensi itu artinya Anda tidak melakukan tugas Anda," kata Nadiem.

Nadiem menuturkan sejak menjadi bos Go-jek, ia bisa mengenali dua tipe resistensi. Yakni yang produktif dan tidak produktif. Resisten produktif yang dimaksud adalah kritik yang membangun kesadaran pemerintah terhadap kebijakan yang dibuat.

"Contoh pada Kampus Merdeka, banyak yang bilang mahasiswa enggak mampu butuh biaya transportasi untuk magang. Nah, itu yang kita enggak terlalu terpikirkan, tapi kita langsung melek," katanya.

Sedangkan perkara resistensi yang tidak produktif, menurut Nadiem, adalah kritik yang hanya menunjukkan risiko sebuah kebijakan tanpa memberikan solusi. (*)

BERITA REKOMENDASI