Natuna Siaga Hadapi Dampak Konflik Laut China Selatan

Editor: Ivan Aditya

RIAU, KRJOGJa.com – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal memastikan keadaan di Natuna kini masih terbilang cukup kondusif. Meski begitu, Hamid tak menampik perihal penjagaan dan kesiagaan yang semakin diperketat saat ini.

Kata dia, pihaknya senantiasa mengantisipasi dan mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu pecah konflik Amerika dan China di wilayah Laut China Selatan yang memang sedang memanas.

“Kalau di Natuna, kondisinya aman-aman saja. Cuma dengan adanya riak-riak (Amerika-China) itu kita kan perlu siap, waspada,” kata Hamid.

Kondisi tersebut, kata Hamid, membuat TNI Angkatan Laut membangun markas dan menerjunkan kurang lebih satu kompi besar tentara marinir untuk bersiaga di kawasan Natuna.

Berbagai alat tempur juga telah mulai didatangkan demi menjamin keamanan di Natuna. Bahkan kata dia, markas khusus untuk TNI pun telah selesai dibangun meski tentara yang bersiaga masih terbilang tak terlalu banyak.

“Baru satu kompi besar. Itu markasnya juga sudah dibangun untuk markas Batalyon Marinir cuma kalau personel kayaknya bertahap. Jadi, pangkalan-pangkalan pun sudah, ada pelabuhan di Selatan (Natuna) itu sudah dibangun pelabuhan yang untuk sandar kapal selam,” lanjutnya.

Terkait masyarakat asli Natuna, Hamid menyebut tak ada gelombang penolakan atau gelombang ketakutan berarti yang ditunjukkan masyarakat dengan hadirnya TNI AL yang bersiaga untuk antisipasi pecah konflik di wilayah LCS.Masyarakat kata Hamid sepenuhnya mafhum dengan geliat persiapan militer. Terlebih kegiatan militer ini juga untuk melindungi mereka dan melindungi wilayah kedaulatan RI. (*)

BERITA REKOMENDASI