Nelayan Pantura Minta Nasibnya Diperjuangkan

Editor: Ivan Aditya

SUBANG (KRjogja.com) – Para Nelayan di Pantura Kabupaten Subang menunggu langkah nyata Pemkab Subang memperjuangkan nasib mereka, terkait rencana Pembangunan Pelabuhan Internasional di Patimban. Pasalnya, tak bisa dimungkiri kehadiran pelabuhan akan ada dampak, terutama pada nelayan tradisional di Pantura Subang.

"Sebagian besar warga Mayangan sudah turun temurun menggantungkan hidup dari laut. Mereka masih tradisional jangkauan melaut terbatas, jadi pasti kami terkena dampak, kami mendukung pembangunan tinggal bagaiman solusi dan perhatian pemerintah, itu yang kami tunggu," kata Agus dari KUD Mayangan Legonkulon Subang.

Dia mengatakan, nelayan yang menjadi anggota KUD ditempatnya berjumlah 239 orang. Walaupun lokasi utama pelabuhan bukan di desanya, tapi berdekatan sehingga dipaastikan akan nelayan ditempatnya akan terkena dampak. Apalagi para nelayan melaut tak bisa jauh karena peralatannya masih sederhana.

"Kami minta Pemkab bisa cepat mengambil langkah, bagaimana nasib kami nanti. Kalau kewenangannya ada di pusat, pemkab harus bisa memfasilitasi dan memperjuangkan nasib kami. Jangan sampai nantinya jadi sejarah, di daerah itu ada nelayan, pas ada pelabuhan hilang," ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI