Ngabuburit Sambil Belajar Sejarah di Istana Maimun

MEDAN, KRJOGJA.com – Wisata di Medan tak hanya Masjid Raya, ada satu lagi bangunan bersejarah yang bisa  dikunjungi. Adalah Istana Maimun dan berdekatan dengan Ramadan Fair di Medan. Bangunan bersejarah ini terletak di pusat Kota Medan, sehingga sangat mudah dijangkau.

"Setiap hari selalu saja ada wisatawan. yang datang berkunjung ke sana," tutur Ketua sekaligus Koordinator Umum GenPI Sumut Fitato, Selasa (29/5/2018).

Magnetnya memang besar. Ada nilai historisnya. Sejarahnya. Ceritanya pun sangat menarik untuk disimak. Peninggalan Deli ini pertama kali dibangun pada 1888. Selesainya 1891. Pendirinya, Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli. "Saat di Istana Maimun, semua orang pasti akan merasakan budaya melayu yang kental dari gaya bangunannya," tambahnya.

Terlihat juga pengaruh Timur Tengah yang tampak pada bagian atapnnya. Sementara, sentuhan budaya Eropa tampak pada lampu, meja, pintu, dan jendela. Hal itu terlihat dari dominasi warna kuning pada bangunan istana. Desainnya yang unik juga merupakan paduan dari sentuhan budaya Belanda, Spanyol, India, Turki, dan Italia. "Pengaruh Islam juga terlihat jelas pada lengkungan atapnya. Bentuk lengkungannya sangat populer di kawasan Timur Tengah seperti India dan Turki," urai Fitato.

Eksploring Istana Maimunnya juga seru. Maklum, Istana Maimun punya tiga bagian keren. Yang pertama adalah bangunan utama. Sementara dua bangunan lainnya terpecah di sayap kanan dan sayap kiri. Pada bangunan utama, terdapat ruangan yang besar yang dulu kala digunakan untuk kegiatan adat kerajaan. Sekarang, di ruangan ini, kita bisa melihat koleksi peninggalan kerajaan, seperti kursi, meja, lemari. "Masuknya juga murah kok. Cuma Rp5000," terang pria yang pernah berprofesi sebagai jurnalis foto itu.

Di komplek Istana Maimun wistawan juga bisa melihat Meriam Puntung. Konon, meriam ini adalah jelmaan dari Mambang Khayali, adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua. Ia berubah menjadi meriam saat mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh, akibat pinangannya ditolak oleh Putri Hijau yang cantik.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung mengapresiasi atraksi Pesona Ramadan di Istana Maimun Medan. Atraksi itu merupakan sebuah wujud kreatifitas dari warga Medan dalam memberikan apresiasi kepada tamu yang datang. (*)

BERITA REKOMENDASI