Ngeri! Ada Modus Baru Pencurian Ikan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya pembuatan kapal-kapal lokal baru oleh sindikat penangkap ikan ilegal asing. Pembuatan kapal baru tersebut, dilakukan untuk mengelabui petugas lapangan.

Baca Juga: Kapal Perikanan Malaysia Ditangkap KKP di Perairan Indonesia

"Pembangunan kapal-kapal baru yang sangat masif, ukurannya maupun jumlahnya. Itu adalah sebuah indikasi yang terjadi di Indonesia. Beberapa bahkan jelas-jelas dengan alat tangkap yang tidak diperbolehkan oleh kita," ungkapnya, Selasa (17/9/2019) malam.

Kapal-kapal beralat tangkap trawl yang dilarang Pemerintah tersebut, kata dia, terpantau muncul di sejumlah titik, seperti Sibolga, Lampung, Kuala Tanjung, Jambi, Batam, selat Malaka, dan di Pantura Jawa.

"Itu adalah sebuah indikasi yang harus kita waspadai. Biasanya kapal-kapal seperti ini hanya akan menjadikan sumber daya alam kita diambil eksploitatif dan ekstraktif," ujar dia.

Modus yang demikian, jelas Menteri Susi, memang kerap digunakan oleh sindikat penangkapan ikan ilegal untuk dapat melancarkan operasinya di berbagai negara.

"Namanya sindikat mafia mereka tidak akan pernah berhenti mencari cara. Kapal-kapal yang dulu ada di Indonesia telah menyebar ke negara lain. Mereka berada di perairan Afrika, South America, juga Pasifik," jelas Susi.

Baca Juga: Lulusan Sekolah Perikanan terserap industri luar negeri

"Mereka bukan hanya membawa kapal-kapal diregistrasi, namun mereka membeli armada-armada di dalam negeri. Untuk memastikan mereka bisa beroperasi dengan mapan dengan 'benar'. Modus ini pun saya indikasikan telah terjadi di Indonesia dalam dua tahun terakhir," tandas Menteri Susi.(*)

BERITA REKOMENDASI