Nilai Emisi di Pasar Modal Diperkirakan Rp 200 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan nilai emisi di pasar modal sebesar Rp170 triliun-Rp200 triliun pada tahun ini. Nilai emisi berasal penerbitan obligasi, rights issue, dan aksi penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso menjelaskan prediksi itu dengan target penambahan ada 70 emiten baru pada 2020. Namun, hal itu akan bergantung dengan kondisi ekonomi dalam negeri.

Ia berpendapat ekonomi domestik masih diwarnai risiko perlambatan. Hal ini sejalan dengan kondisi di ekonomi global yang serba tak pasti dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan.

Kendati begitu, ia optimistis ekonomi Indonesia bisa bertahan ditopang oleh selesainya sejumlah proyek infrastruktur strategis dan rancangan undang-undang (ruu) mengenai Omnibus law.

"OJK optimistis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan berlanjut pada 2020," papar Wimboh.

Berdasarkan catatan, BEI mencatat hanya 55 perusahaan yang melakukan IPO sepanjang tahun lalu. Jumlahnya turun dibandingkan dengan 2018 yang mencapai 57 perusahaan.

Dengan realisasi itu, total dana yang dihimpun dari IPO sebesar Rp14,78 triliun pada 2019 atau turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp15,67 triliun. (*)

OJK

BERITA REKOMENDASI