NTB Bangkit, Berikut Agenda Wisata 2019

JAKARTA, KRJOGJA.com – Calendar of Event (CoE) terbaik dideklarasikan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk 2019. NTB pun jadi provinsi pertama yang melaunching CoE-nya.

Dari 18 event, 22% slot diantaranya masuk 100 Top Event Nasional.
Total ada 18 event yang disiapkan #CalendarOfEventNTB2019. Dari total event yang dirilis, 4 slot berstatus 100 Top Event Nasional. Sebut saja, ada Festival Pesona Bau Nyale, Tambora, Moyo, hingga Khazanah Ramadhan.

“NTB kini hadir dengan spirit baru. Berkat dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Kemenpar, kami bersemangat menyongsong tahun 2019. Dengan komposisi event seperti ini, kami optimistis bisa meraih target 4 Juta kunjungan wisatawan di 2019,” ungkap Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Sabtu (29/12).

Merilis 18 event dengan 22% diantaranya 100 Top Event Nasional, Pulau Seribu Masjid ditarget 4 Juta kunjungan wisatawan. Rinciannya, masing-masing 2 juta bagi wisman dan wisnus. Target ini realistis sebab, NTB memiliki destinasi dengan brand luar biasa. “NTB sangat eksotis, baik alam atau budayanya. Untuk itu, perlu sinergi kuat dengan banyak pihak untuk optimalisasi potensi NTB tersebut,” terangnya.

Demi mengoptimalkan program, support diberikan Kemenpar. Empat program 100 Top Event Nasional milik NTB akan disubsidi Rp1 Miliar per event. Kemasan terbaik juga akan diberikan melalui pemakaian kostum, musik, koreografi, hingga konsep karnavalnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menerangkan, NTB menjadi provinsi pertama yang me-launching CoE 2019. “Kami ucapkan selamat atas launching CoE NTB untuk 2019. NTB jadi provinsi pertama di Indonesia yang melaunching CoE-nya untuk tahun depan. Mereka memiliki 4 agenda dengan status 100 Top Event Nasional. Jumlah ini sangat banyak karena setiap provinsi idealnya hanya 3 event yang masuk,” terang Menpar.

Mendukung atraksi luar biasa NTB, skenario besar juga sudah disiapkan Kemenpar. Memakai konsep BAS, seluruh link media promosi milik Kemenpar di mancanegara khususnya akan menayangkan TVC eksotisme Lombok-Sumbawa. Berikutnya, didorong dengan kekuatan media sosial. Ada juga famtrip, misi penjualan ke kota dan originasi utama, event MICE, hingga penyusunan paket tour.

“Sejak awal 2019, branding Lombok-Sumbawa akan dilakukan masif. Cara ini efektif untuk menarik wisman. Setelah itu, baru media sosial,” katanya lagi.

Menpar pun optimistis, pariwisata NTB akan pulih kembali. Apalagi, Pulau Seribu Masjid ini memiliki brand kuat sebagai destinasi wisata halal. Mengacu Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2018, NTB ini berada di urutan pertama dengan nilai 58. Strip kedua ditempat Aceh, lalu Jakarta di posisi 3. Pada 2016, NTB bahkan memenangkan 3 award di World Halal Tourism Award (*)

 

BERITA REKOMENDASI