NTT Daerah Terkering Sepanjang Kemarau

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Meteorologi, Krimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat musim kemarau 2019 lebih panjang enam dasarian atau dua bulan dari waktu normal. Kemarau pun masih berlanjut di sejumlah daerah Tanah Air hingga dasarian II Desember 2019.

Sebagai informasi, dasarian merupakan satuan waktu untuk menunjukkan prakiraan cuaca. Satu dasarian berarti sepuluh hari berturut-turut.

Daerah yang masih kemarau hingga dasarian II Desember sebagian besar terjadi di wilayah Timur Indonesia. Antara lain, Jawa Timur bagian timur, sebagian besar Pulau Sulawesi, sebagian Kepulauan Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian Selatan.

Sedangkan, rata-rata hari tanpa hujan di Indonesia bisa mencapai lebih dari 90 hari berturut-turut.

BMKG menyebut daerah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daerah paling kering di Indonesia, sebab tidak diguyur hujan selama 259 hari berturut-turut. 

Kemudian, daerah Sambitenteng-Buleleng, Bali tak diguyur hujan selama 246 hari. Sedangkan Tamiang- Indramayu, Jawa Barat tidak diguyur hujan 237 hari berturut-turut.

Di wilayah Jakarta, hanya kawasan Jakarta Utara meliputi Sunter III, Rawabadak, dan Rorotan menjadi wilayah terkering di Ibu Kota. Pantauan BMKG, daerah tersebut tidak disinggahi hujan selama 167 hari berturut-turut. (*)

BERITA REKOMENDASI