NU Berperan Tebarkan Perdamaian di Dunia

MAKKAH, KRJOGJA.com – Nahdlatul Ulama memiliki potensi besar mengembangkan diri bagi kemaslahatan umat serta berkontribusi positif untuk kepentingan bangsa serta dunia.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri acara Silaturrahim ke-18 NU Sedunia yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi di Al Taiseer Hotel Makkah Al Mukarramah, Kamis (8/8). 

Acara yang dihadiri sejumlah ulama NU seperti KH Anwar Masyur (Lirboyo), KH Bunyamin Ruhiyat, Dubes RI untuk Kerajaan Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menpora Imam Nahrawi, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dan pejabat lainnya juga sekaligus sebagai momentum mengenang dan mendoakan almaghfurlah Syaikhina KH Maimoen Zubair.

"Seperti halnya yang senantiasa dipesankan Mbah Moen (KH Maimoen Zubair-red) tentang persatuan. Warga NU harus ikut mewujudkan kedamaian. Karena hakikat Islam mampu menebarkan kedamaian kapanpun dan dimanapun," jelas Lukman.

Dengan pertemuan ini juga menurut Lukman, warga NU di seluruh dunia yang sebelumnya hanya bercakap-cakap melalui media sosial dapat bertatap muka langsung. Momentum haji ini menjadi waktu yang tepat untuk menjalin silaturahmi warga nahdliyin di seluruh dunia.

"Manfaat untuk kemaslahatan begitu besar. Tidak hanya NU secara jam'iyyah, tapi juga bangsa dan negara. Kegiatan ini mampu menjadi ajang penguatan energi positif menyatukan diaspora NU yang tersebar berbagai negara," ucap Lukman

Sementara Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen yang sengaja datang ke Makkah untuk ziarah atas meninggalnya sang ayah, KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa Mbah Moen seringkali berucap bangga memiliki NU. Bahkan NU menurutnya tidak dapat dipisahkan dari hati Mbah Moen yang akan diteruskan anak-anaknya.

"Ayah saya sering cerita kalau kehidupannya bukan dari air susu pertama ibu, tapi air yang sudah kena ludah kiai pendiri NU," ucap Gus Yasin sambil menahan air mata.

Dalam banyak kesempatan Mbah Moen juga menegaskan NU itu luas dan dibutuhkan siapa saja. Selain memang Mbah Moen merupakan sosok panutan uang sangat cinta terhadap NKRI dengan cita-cita menyatukan bangsa melalui NU.

"Kepergian Mbah Moen hendaknya menjadi pemersatu bangsa. Di satu sisi kehilangan, tapi momentum besar ini hendkanya jadi ajang silaturahmi mempersatukan bangsa," jelasnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut juga dibacakan Deklarasi Makkah dengan inti penting menjaga persatuan dan NKRI. Sebelumnya digelar istighosah dan doa bersama untuk pendiri NU termasuk berpulangnya Syaikhina KH Maimoen Zubair. (Feb)

BERITA REKOMENDASI